Melalui Munas VI 2026, PERSINAS ASAD Komitmen Cetak Atlet Berprestasi dan Junjung Tinggi Budaya Bangsa

Jakarta (08/01) – Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) VI 2026 pada Kamis (08/01) di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta. Pada moment yang sama dilaksanakan pula pesermian Kantor Sekretariat yang terletak disamping Padepokan di Lokasi yang sama.

Kegiatan akbar bertema “Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur,”. MUNAS VI menegaskan komitmen PERSINAS ASAD dalam membina pesilat yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya bangsa, sportivitas, dan akhlak mulia.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum, Brigadir Jendral Purn. TNI Agus Susarso dalam sambutannya bahwa MUNAS VI merupakan momentum penting setelah 30 tahun berada di bawah pembinaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kebersamaan dalam dunia pencak silat telah menumbuhkan nilai kependekaran, kesatria, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa yang kini menjadi karakter warga ASAD.

“Nilai-nilai luhur tersebut dibangun melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketulusan. Namun, hasilnya kini dapat dirasakan, dimana karakter pesilat dengan seragam warna hijau itu diterima dan dihargai di berbagai peran dan lingkungan, sejalan dengan ajaran agama dan bernilai ibadah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan perkembangan signifikan organisasi. Dari semula memiliki kepengurusan di 24 provinsi, saat ini PERSINAS ASAD telah berkembang di 37 provinsi. Sementara itu, dua wilayah lainnya, yakni Papua Barat dan Papua Pegunungan, masih dalam tahap persiapan pembinaan dan penyediaan fasilitas pendukung.

Agus Susarso menyoroti pentingnya pendataan dan pembinaan perguruan-perguruan silat lokal yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan di seluruh Indonesia.

“Perguruan kecil memiliki potensi besar dengan kekhasan dan keindahan masing-masing, sehingga perlu dihimpun dan dikelola secara profesional agar menjadi benteng budaya sekaligus mencegah konflik,” katanya.

“Padepokan dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan bersama, ruang musyawarah, serta kantor bersama bagi pengurus perguruan untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan pencak silat,” ia menegaskan.

Sementara itu, Ketua Umum PB IPSI, Benny Gautama Sumarsono, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya MUNAS VI dan kekuatan persaudaraan yang ditunjukkan PERSINAS ASAD. Ia menyebut kebersamaan, saling menghormati, dan saling menghargai sebagai fondasi utama bagi kemajuan pencak silat Indonesia.

“Apalagi, keberadaan padepokan PERSINAS ASAD yang megah, indah, dan penuh ketenteraman, dapat menjadi contoh dan inspirasi bahkan bagi IPSI sendiri. Kehadiran Padepokan ini menunjukkan keseriusan perguruan dalam membangun persatuan dan pembinaan jangka panjang,” ujarnya.

Benny menambahkan, semua capaian ini tentu tidak terlepas dari peran Ketua Umum beserta seluruh jajaran pengurus. Selain kuat dalam persatuan, PERSINAS ASAD juga telah melahirkan atlet-atlet berprestasi.

“Saya merasa bangga dapat menjadi bagian dari keluarga besar PERSINAS ASAD. Harapan saya, ke depan PERSINAS ASAD tidak hanya berkembang di Indonesia atau negara-negara Islam, tetapi mampu hadir dan berkiprah di seluruh dunia, baik di Asia, Eropa, maupun kawasan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Khairil Adha, yang mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, menegaskan bahwa PERSINAS ASAD merupakan salah satu perguruan pencak silat yang konsisten melahirkan pesilat nasional berprestasi. Ia optimistis dari perguruan ini akan lahir juara-juara baru yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional, termasuk Olimpiade.

“Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga bukti kekayaan budaya bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kekuatan fisik melalui olahraga, sejalan dengan nilai-nilai keimanan, karena mukmin yang kuat dan sehat lebih dicintai Allah SWT,” katanya.

Melalui Munas ini, PB PERSINAS ASAD menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan prestasi pesilat, serta memperluas peran pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang berdaya saing global. Harapannya, hasil Munas VI mampu membawa PERSINAS ASAD semakin solid, profesional, dan berkontribusi nyata bagi kejayaan pencak silat Indonesia di masa mendatang. Rls. Rzq.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *