GENERASINEWSINDONESIA.COM Manokwari – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) selalu menekankan kepada warganya untuk merujuk pada tiga pilar utama dalam berorganisasi dan berkontribusi kepada masyarakat, yaitu Karya, Kontribusi, dan Komunikasi. Yang disebut Prinsip 3K ini sering dijadikan landasan, terutama bagi generasi muda, untuk aktif berkarya dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa, salah satunya point adalah Karya yang berarti mendorong warga LDII, khususnya generasi muda (generus), untuk menghasilkan produk, inovasi, atau prestasi yang bermanfaat.
Salah satu contoh keberhasilan warga LDII asal Manokwari yakni Hj. Titi Partini dan Astrid Ramadhani yang telah sukses mengembangkan UMKMnya dibidang kuliner kreatif.
Keberhasilan ini dibuktikan dengan wawancara interaktif yang disiarkan secara live di Pro 1 RRI Manokwari FM 94,3 MHz pukul 08.00-09.00 WIT dengan judul “Peran UMKM dalam Menggerakan Ekonomi Lokal”, Jum’at 6 Februari 2026/18 Syaban 1447 H.
Dialog interaktif yang dipandu oleh presenter Pro 1 RRI Manokwari, Agung Sarungallo, A.Md itu, membahas peran strategis UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Dimana, UMKM dinilai mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat, kemudian pemanfaatan bahan baku lokal (seperti sagu dan kentang dari Pegunungan Arfak) menjadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas daerah. Disamping itu dibahas pula pentingnya inovasi produk, kualitas dan kemasan agar UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Astrid Ramadhani pengusaha UMKM pangan lokal yang mengolah sagu dan kentang Papua, menekankan bahwa sertifikasi (sertifikat halal, sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga/PIRT, BPOM dan juga NIB) menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap standar higiene-sanitasi, dukungan pemerintah dan lembaga terkait sangat dibutuhkan, terutama dalam pendampingan, permodalan, pemasaran dan juga pengawasan kemasan, UMKM diharapkan terus naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi Manokwari Papua Barat, terang Astrid.
Astrid Ramadhani yang menggunakan nama usahanya dengan “Astrid Galipat Cakery” hadir sebagai UMKM pangan lokal yang mengolah sagu dan kentang Papua menjadi produk bernilai jual yang sangat digemari oleh masyarakat sebagai cemilan ringan maupun oleh-oleh yang dibawa warga atau pengunjung ketika akan keluar Kota Manokwari.
Sedangkan Hj. Titi Partini yang menggunakan nama UMKMnya “Caesar Kebab” tumbuh sebagai UMKM kuliner yang menyasar kebutuhan makanan cepat saji, pilihan makanan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Rls. Mus.








