Momen Idul Fitri 1447 H, LDII Kalsel Ajak Umat Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

GENERASINEWSINDONESIA.COM Banjarmasin – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3) di halaman Masjid Al Muhajirin, Jalan Rahayu Pembina IV, Banjarmasin. Dimana, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H Dedi Supriatna, menyampaikan sejumlah nasihat penting kepada jamaah sebagai bekal menjalani kehidupan pasca-Ramadan. Ia mengajak seluruh kaum Muslimin menjadikan Idul Fitri sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri sekaligus perbaikan berkelanjutan.

Menurutnya, ibadah puasa selama Ramadan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih empati terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang mampu.

“Rangkaian ibadah Ramadan, termasuk zakat fitrah, sejatinya mengasah kualitas hubungan kita dengan Allah sekaligus meningkatkan kepekaan sosial. Idul Fitri harus menjadi momentum untuk ‘reinstall’ ketakwaan dalam hati dan ‘reset’ akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kepekaan sosial di era digital saat ini. Ia mengingatkan bahwa penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak dan produktif, dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan.

“Gunakan media sosial untuk memberikan pencerahan, menyebarkan kebaikan, serta menjaga perdamaian. Hindari hoaks, caci maki, fitnah, permusuhan, dan berbagai bentuk kejahatan digital yang dapat merusak persatuan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan lima perbuatan yang dapat menghalangi seseorang masuk surga, yang harus dihindari oleh setiap muslim. Kelima hal tersebut yakni sifat sombong, memiliki utang yang belum dilunasi, memutus tali silaturahim, mengambil harta yang bukan haknya, serta mengganggu ketenteraman tetangga.

Nasihat tersebut disampaikan sebagai pengingat agar umat Islam, khususnya warga LDII, tidak hanya meraih kemenangan secara ritual, tetapi juga mampu menjaga kualitas iman dan hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum Idul Fitri pun diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat ketakwaan, mempererat silaturahim, serta membangun masyarakat yang harmonis dan penuh kepedulian. Ant.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *