GENERASINEWSINDONESIA.COM Banjarmasin – Senkom Mitra Polri Kota Banjarmasin sukses menuntaskan tanggung jawab sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas dan Kinerja Bidang PHMAL (Publikasi, Hubungan Masyarakat, dan Antar Lembaga) serta KUMHAM (Hukum dan HAM).
Agenda berskala provinsi ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (20–21 Juni 2026), dengan melibatkan sedikitnya 60 personel perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Ketua Senkom Mitra Polri Kota Banjarmasin sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Agus Suyatno, mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya untuk mengawal agenda krusial ini. Menurutnya, amanah dari Pengurus Provinsi Senkom Kalsel merupakan sebuah kehormatan yang langsung dijawab dengan kerja keras dan komitmen penuh oleh seluruh jajaran panitia lokal.
“Agenda ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat bekal keilmuan dan ketangkasan para anggota Senkom di wilayah Bumi Lambung Mangkurat,” ujar Agus.

Meski acara berjalan dengan dinamis dan kondusif, Agus tetap menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan tamu undangan apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan, baik dari segi akomodasi, konsumsi, maupun fasilitas selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan bahwa panitia telah berupaya semaksimal mungkin demi kenyamanan para utusan daerah.
Guna memastikan kondisi fisik peserta tetap prima selama diklat intensif ini, panitia lokal menggandeng Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) Banjarmasin untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan tim medis di lokasi acara.
Ketua FKKI Banjarmasin, Suswantono Putro, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan berjalan dengan lancar sejak hari pertama. Persediaan obat-obatan serta alat uji klinis di posko kesehatan pun dipastikan aman dan mencukupi.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Stok obat-obatan masih aman, begitu pula dengan alat cek kesehatan untuk kolesterol, gula darah, dan asam urat. Sejauh ini tidak ada peserta yang memerlukan perawatan intensif atau dirujuk,” ungkap Suswantono.
Meski demikian, tim medis mencatat adanya fenomena unik terkait kondisi fisik para peserta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, rata-rata peserta mengalami kenaikan tekanan darah (tensi).
Tim medis mengidentifikasi bahwa lonjakan tensi tersebut dipicu oleh faktor kelelahan fisik setelah menempuh perjalanan darat yang cukup jauh, bahkan ada yang mencapai 8 jam perjalanan, ditambah dengan pola konsumsi minuman kopi yang berlebih selama sesi diklat berlangsung.
“Banyak peserta yang terpantau meminum kopi hingga lebih dari tiga gelas per sesi untuk mengusir kantuk. Kombinasi lelah perjalanan dan konsumsi kopi berlebih inilah yang memicu naiknya tekanan darah,” jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, pihak FKKI mengimbau dan menyarankan kepada para peserta untuk membatasi konsumsi kopi selama kegiatan dan memperbanyak minum air putih agar tekanan darah kembali stabil serta konsentrasi tetap terjaga hingga akhir acara.










