Rupiah Lesu, Wisata Kampung Nelayan Kotabaru Jadi Penopang Ekonomi

GENERASINEWSINDONESIA.COM Kotabaru – Di tengah situasi ekonomi yang dinamis dan melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok, sektor pariwisata lokal justru hadir sebagai oase bagi masyarakat pesisir. Salah satunya terlihat di kawasan Wisata Kampung Nelayan Kotabaru. Kehadiran destinasi wisata ini terbukti menjadi urat nadi baru yang menopang perekonomian warga setempat di kala pemenuhan kebutuhan hidup dirasa kian berat.

Ketua Pengelola Wisata Kampung Nelayan, Muhammad Said, pada Kamis (17/06) mengungkapkan bahwa aktivitas pariwisata di daerahnya memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi kesejahteraan warga. Jika dahulu perputaran ekonomi hanya bertumpu pada hasil laut, kini geliat wisata membuka ruang usaha yang jauh lebih luas.

“Sangat-sangat membantu. Perputaran ekonomi yang biasanya hanya di rumah saja, sekarang sudah kelihatan kegiatannya di sini,” ujar Muhammad Said saat ditemui di lokasi wisata.

Dampak ekonomi dari destinasi ini dirasakan secara merata oleh berbagai lapisan masyarakat. Warga lokal cerdas memanfaatkan peluang dengan membagi peran yakni : Ibu-ibu aktif membuka dan mengelola warung-warung makanan serta minuman di sepanjang area wisata, sementara bapak-bapak yang berprofesi Nelayan mengoperasikan jasa penyewaan perahu untuk mengantar wisatawan, serta mengelola fasilitas penunjang lainnya.

Kunjungan wisatawan pun terbilang fantastis. Menurut catatan pengelola, jumlah pengunjung yang datang ke Kampung Nelayan bisa mencapai ribuan orang setiap minggunya, memberikan jaminan pasar yang potensial bagi usaha mikro warga.

Salah satu daya tarik utama di sini adalah jasa wisata susur laut menggunakan perahu nelayan (speed kecil). Wisatawan dapat menyewa perahu untuk mengunjungi destinasi eksotis di sekitarnya, seperti Pulau Manti hingga Gusung Bangau.

Sistem penyewaan perahu pun terbilang fleksibel. Pengelola menerapkan sistem tarif per sekali jalan yang disepakati di awal (deal), bukan berdasarkan durasi waktu, sehingga wisatawan bisa menikmati perjalanan dengan lebih santai. Meski harga bahan bakar seperti Pertalite mengalami penyesuaian, para nelayan hanya memberlakukan biaya tambahan jika rute yang diminta wisatawan cukup jauh.

Selain wisata alam dan perahu, kawasan ini juga menyediakan fasilitas akomodasi seperti homestay dan guest house yang dikelola secara terpisah oleh warga.

Untuk menjaga kenyamanan, pengelola juga memberlakukan tarif parkir sukarela sebesar Rp 2.000. Uang yang terkumpul dari parkir ini sepenuhnya diputar kembali untuk kepentingan fasilitas umum, seperti pengisian pulsa listrik untuk penerangan malam hari serta biaya perbaikan lampu-lampu yang rusak di area jembatan wisata.

Melalui pengelolaan berbasis komunitas ini, Wisata Kampung Nelayan Kotabaru tidak hanya sukses menyuguhkan keindahan alam bagi para pelancong, tetapi juga menjelma menjadi benteng ekonomi yang kokoh bagi warga pesisir di tengah impitan ekonomi nasional. Kin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *