GENERASINEWSINDONESIA.COM Kediri – Dalam upaya mendongkrak kualitas layanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas, Tingkatkan Layanan, Kader Posyandu Kecamatan Pesantren Studi Tiru ke Ponpes Wali Barokah
GENERASINEWSINDONESIA.COM Kediri – Dalam upaya mendongkrak kualitas layanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas, para kader Posyandu se-Kecamatan Pesantren pada Rabu (15/7) menggelar studi tiru ke Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Seruni di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kelurahan Burengan.
Agenda ini menjadi ajang saling belajar dan berbagi pengalaman dalam menerapkan transformasi pelayanan Posyandu terintegrasi. Tujuannya agar Posyandu mampu mengakomodasi kebutuhan kesehatan seluruh kelompok usia secara optimal.
Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Posyandu Seruni sebagai lokasi percontohan. Menurutnya, keberadaan Posyandu Seruni merupakan aksi nyata lembaga dalam mendampingi tumbuh kembang keluarga.
“Kami memfasilitasi kegiatan ini karena menyangkut kepentingan keluarga dan generasi masa depan. Persiapannya bahkan tidak hanya dimulai sejak anak dalam kandungan, tetapi sejak memilih pasangan hidup dan mempersiapkan pernikahan,” ujar KH Sunarto.
Ia menjelaskan bahwa Posyandu 6 SPM Seruni kini hadir dengan cakupan layanan yang lebih luas. Layanan tidak lagi terbatas pada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, melainkan sudah menyasar seluruh tingkatan usia, termasuk dewasa dan lansia.
KH. Sunarto juga mengapresiasi dedikasi tanpa pamrih para kader PKK dan Posyandu. Ia pun bersyukur atas rencana keikutsertaan Posyandu Seruni dalam ajang lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, menyambut baik semangat para kader yang hadir untuk saling menginspirasi. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Posyandu 6 SPM secara adaptif tanpa mengesampingkan praktik baik dari Integrasi Layanan Primer (ILP) yang sudah berjalan.
Melalui studi tiru ini, tercipta ruang diskusi yang setara antara Posyandu Seruni dan para kader se-Kecamatan Pesantren. Hasil diskusi dan pengalaman yang didapat diharapkan bisa langsung diadaptasi secara konkret di wilayah masing-masing demi mewujudkan keluarga Kediri yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Rls.
kader Posyandu se-Kecamatan Pesantren menggelar studi tiru ke Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Seruni. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kelurahan Burengan.
Agenda ini menjadi ajang saling belajar dan berbagi pengalaman dalam menerapkan transformasi pelayanan Posyandu terintegrasi. Tujuannya agar Posyandu mampu mengakomodasi kebutuhan kesehatan seluruh kelompok usia secara optimal.
Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Posyandu Seruni sebagai lokasi percontohan. Menurutnya, keberadaan Posyandu Seruni merupakan aksi nyata lembaga dalam mendampingi tumbuh kembang keluarga.
“Kami memfasilitasi kegiatan ini karena menyangkut kepentingan keluarga dan generasi masa depan. Persiapannya bahkan tidak hanya dimulai sejak anak dalam kandungan, tetapi sejak memilih pasangan hidup dan mempersiapkan pernikahan,” ujar KH. Sunarto.
Ia menjelaskan bahwa Posyandu 6 SPM Seruni kini hadir dengan cakupan layanan yang lebih luas. Layanan tidak lagi terbatas pada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, melainkan sudah menyasar seluruh tingkatan usia, termasuk dewasa dan lansia.
KH. Sunarto juga mengapresiasi dedikasi tanpa pamrih para kader PKK dan Posyandu. Ia pun bersyukur atas rencana keikutsertaan Posyandu Seruni dalam ajang lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, menyambut baik semangat para kader yang hadir untuk saling menginspirasi. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Posyandu 6 SPM secara adaptif tanpa mengesampingkan praktik baik dari Integrasi Layanan Primer (ILP) yang sudah berjalan.
Melalui studi tiru ini, tercipta ruang diskusi yang setara antara Posyandu Seruni dan para kader se-Kecamatan Pesantren. Hasil diskusi dan pengalaman yang didapat diharapkan bisa langsung diadaptasi secara konkret di wilayah masing-masing demi mewujudkan keluarga Kediri yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Rls.












