Tingkatkan Indeks Literasi, Disarpus Kota Kediri Bina Perpustakaan Ponpes Wali Barokah

GENERASINEWSINDONESIA.COM Kediri – Dalam upaya mengoptimalkan tata kelola perpustakaan serta mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri pada Kamis (16/07) melakukan kunjungan pembinaan ke perpustakaan Pondok Pesantren Wali Barokah.

Kunjungan tersebut disambut baik oleh jajaran pengurus Ponpes Wali Barokah. Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Agung Riyanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Disarpus Kota Kediri terhadap pengembangan sarana literasi di lingkungan pesantren.

“Kami berharap keberadaan Perpustakaan Ponpes Wali Barokah ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung proses pembelajaran para santri, sekaligus memberikan manfaat literasi bagi masyarakat secara umum,” ujar H. Agung Riyanto.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh, menjelaskan bahwa lingkungan pondok pesantren juga menaungi lembaga pendidikan formal dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Pihaknya berharap kolaborasi dengan Disarpus dapat terus terjalin untuk membangun ketertarikan anak-anak dalam berkunjung ke perpustakaan.

“Kami sangat membutuhkan kerja sama dengan Disarpus, terutama dalam memicu minat baca anak-anak sejak dini. Selain itu, kami memiliki agenda besar pada bulan Agustus mendatang dan berharap Disarpus dapat berpartisipasi dengan menghadirkan layanan armada perpustakaan keliling di tempat kami,” ungkap Daud Soleh.

Sementara itu, Sekretaris Disarpus Kota Kediri, Adi Wicaksono, menegaskan bahwa kedatangan tim dinas bertujuan melakukan pembinaan teknis, mengingat keberadaan perpustakaan khusus di Kota Kediri seperti di pengadilan, Bank Indonesia, dan pondok pesantren jumlahnya masih relatif terbatas. Ia juga menyoroti pentingnya pengklasifikasian koleksi buku serta pencatatan pengunjung secara rinci demi mendukung penilaian skala nasional.

“Masalah utama yang membuat nilai literasi kita belum optimal di tingkat nasional adalah kurangnya pengiriman data. Banyak kegiatan literasi berjalan lancar di lapangan, tetapi karena tidak tercatat secara administratif, akhirnya nilainya dianggap nol. Oleh karena itu, penting sekali menerapkan prinsip ‘tulis yang kamu kerjakan, dan kerjakan yang kamu tulis’ melalui pendataan pengunjung yang tertib,” jelas Adi Wicaksono.

Adi menambahkan, Disarpus Kota Kediri siap memberikan pendampingan penuh kepada pengurus perpustakaan, mulai dari proses pengklasifikasian, pelabelan, hingga pengintegrasian buku ke dalam sistem otomatisasi berbasis aplikasi Arpus Space dan INLIS Lite. Pihak dinas juga akan menyediakan akses QR Code koleksi digital Perpusnas dan daerah, serta memfasilitasi peminjaman paket buku dengan tema yang disesuaikan kebutuhan santri.

Guna menciptakan suasana perpustakaan yang lebih ramah bagi para santri, Disarpus menyarankan agar pengelola menerapkan penyambutan yang baik, aturan yang tidak terlalu kaku, serta menata sistem pencarian buku agar lebih mudah diakses. Sinergi ini diharapkan mampu mengakselerasi budaya membaca di lingkungan pesantren sekaligus memperkuat capaian indeks literasi di Kota Kediri. Rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *