Kotabaru – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kotabaru terus konsisten membina generasi muda agar memiliki fondasi agama yang kuat dan berkarakter luhur.
Langkah pembinaan diwujudkan melalui gelaran pengajian remaja/muda-mudi secara hybrid (kombinasi tatap muka dan daring) pada Sabtu (01/08) malam yang berpusat di Pondok Pesantren At-Taqwa, di Jalan Sadewa, RT 04/II, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara.
Dalam ceramah keagamaannya, Ustadz Bambang Irawan menyampaikan pesan dan harapan mendalam bagi peserta yang mengikuti pengajian itu, ia berharap melalui kajian rutin, generasi muda dapat tumbuh menjadi putra-putri yang alim, faqih, berakhlakul karimah, serta meraih keberhasilan di dunia maupun akhirat.
“Generasi muda adalah penerus perjuangan agama dan bangsa. Kita ingin membekali dengan pemahaman ilmu agama yang mendalam (alim dan faqih) serta sifat sholih-sholihah agar siap menghadapi tantangan zaman tanpa menggoyahkan keimanan mereka,” ujar Ustadz Bambang Irawan dalam uraian ceramahnya dihadapan ratusan santri.
Meski berpusat berpusat di Ponpes, pemanfaatan teknologi hybrid memungkinkan pengajian ini diikuti secara serentak oleh ratusan pemuda-pemudi di berbagai kawasan pelosok kabupaten.
Tercatat acara ini terhubung secara interaktif di 6 titik studio mini, antara lain 1 studio di Desa Teluk Aru, yang menjangkau wilayah Kecamatan Pulaulaut Kepulauan, Pulaulaut Barat, dan Pulaulaut Selatan.
Sementara 1 studio berpusat di wilayah kantor sekretariat DPD LDII yakni di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulaulaut Utara yang mencakup Wilayah Kecamatan Pulaulaut Tengah dan Pulaulaut Sigam.
3 studio di Kecamatan Kelumpang Hilir yang tersebar di : Desa Tarjun, Desa Tegalrejo dan Desa Pulau Baru yang sebagian peserta merupakan warga dari Kecamatan Kelumpang Hulu.
Studio Kecamatan Kelumpang Selatan terdapat 1 titik dipusatkan di Desa Sungai Kupang Jaya.
Terahir 1 titik studio di Desa Sampanahan, Kecamatan sampanahan meliputi Kecamatan Kelumpang Barat, Kecamatan Kelumpang Utara dan Kecamatan Sungai Durian.
Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana Muhammad Abdul Rozak, mengatakan bahwa melalui skema hybrid kendala jarak dan geografis di Kabupaten Kotabaru tidak lagi menjadi penghalang bagi generasi muda untuk menimba ilmu agama secara rutin dan serentak.
Selain penyampaian materi Al-Qur’an dan Al-Hadits, pengajian juga diselingi dengan penguatan program Tri Sukses Generasi Muda LDII, yakni : pembentukan karakter yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.
Terpantau seluruh peserta di studio utama dan di seluruh studio mini tampak antusias mengikuti jalannya kajian hingga selesai dengan tertib dan lancar.
Kegiatan ini, lanjut Rozak, diharapkan dapat terus menjadi wadah positif bagi pemuda-pemudi LDII se-Kabupaten Kotabaru untuk mempererat tali silaturahim, membentengi diri dari pengaruh negatif, serta mempersiapkan diri menjadi SDM unggul yang berkontribusi nyata bagi masyarakat. Rzq.












