Bupati Maros: 29 Karakter Luhur LDII Modal Penting Cetak Generasi Emas 2045

MAROS – Komitmen dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang religius dan berkarakter menjadi pesan utama dalam Pengajian Akbar yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Maros pada Minggu (02/08) di Masjid Miftahul Jannah.

Kegiatan bulanan bertajuk “Peran LDII dalam Membangun Daerah di Kabupaten Maros” dihadiri Bupati Maros Dr. H. A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan H. Asdar Mattiro, S.Sos., M.I.Kom., Ketua DPD LDII Kabupaten Maros Ibnu Rusyd, S.Si., serta Ketua III MUI Kabupaten Maros Drs. K.H. Syamsuddin Adam, M.Pd. Ratusan warga LDII, jajaran Forkopimcam, Babinsa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat turut memadati lokasi acara.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi berkelanjutan LDII dalam pembinaan karakter dan mental masyarakat. Menurutnya, sebagai wilayah penyangga Kota Makassar, Kabupaten Maros membutuhkan benteng moral yang kuat bagi generasi mudanya.

“Membangun fisik relatif lebih mudah jika ada anggaran, tetapi membangun karakter manusia membutuhkan proses panjang dan berkesinambungan,” ungkap Chaidir.

Chaidir juga menyoroti tantangan bonus demografi, di mana 52 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Ia menilai potensi tersebut hanya bisa mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 jika generasi mudanya dibina dengan baik sejak dini.

“Saya melihat LDII telah memiliki sistem pembinaan yang terstruktur melalui pengajian berjenjang serta penanaman 29 Karakter Luhur. Ini adalah modal yang sangat baik untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, H. Asdar Mattiro, menekankan bahwa seluruh warga selalu didorong untuk menerapkan tiga prinsip utama organisasi, yakni berkarya, berkomunikasi, dan berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.

“Karya tidak harus selalu megah. Kegiatan seperti menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, hingga aksi sosial adalah bentuk amal nyata yang bermanfaat. LDII berkomitmen untuk selalu bersanding, bukan bersaing, sebagai mitra strategis pemerintah,” terang Asdar.

Ia menambahkan, kurikulum pembinaan generasi muda berfokus pada Tri Sukses Generasi Penerus, yaitu memiliki akhlakul karimah, alim-faqih (mampu memahami agama dengan benar), serta mandiri.

Sementara Ketua DPD LDII Kabupaten Maros, menembahkan bahwa kehadiran Bupati Maros menjadi suntikan semangat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Butta Salewangang.

“Di LDII, pembinaan karakter dilakukan secara berjenjang dari kelas PAUD, remaja, usia nikah, dewasa, hingga lansia. Pembinaan Al-Qur’an dan Al-Hadis ini diarahkan untuk mencetak SDM yang profesional religious, unggul secara kompetensi dan mulia secara akhlak,” tutur Ibnu.

Pengajian Akbar ditutup dengan doa khusyuk yang dipimpin oleh Ketua III MUI Kabupaten Maros, Drs. K.H. Syamsuddin Adam, M.Pd. Kehangatan dan kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini semakin memperkokoh sinergi antara LDII, pemerintah daerah, dan alim ulama dalam mewujudkan Kabupaten Maros yang religius, maju, dan seja


htera. Rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *