Kotabaru — Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus melestarikan nilai-nilai kebudayaan Jawa, Ketua Silaturahim Jowo Kotabaru (SIJOKO) Kabupaten Kotabaru, AKP Pebe Supriyadi, bersama jajaran pengurus pada Rabu (11/08) melakukan kunjungan ke Kantor Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Kunjungan yang disambut Kepala Desa Sebelimbingan, Ahmad Zainuri itu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan keberadaannya sebagai wadah legal dan resmi bagi warga keturunan Jawa di wilayah Bumi Saijaan.
Dalam pembukaannya, Ketua SIJOKO, AKP Pebe Supriyadi menyampaikan bahwa terbentuknya paguyuban SIJOKO dilandasi oleh rasa kepedulian bersama untuk menghadirkan wadah resmi yang dapat menaungi seluruh warga keturunan Jawa secara legal dan terstruktur.
”Potensi dan jumlah warga keturunan Jawa di daerah kita ini cukup besar. Melalui SIJOKO, kita ingin memastikan ada wadah resmi yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat legalitas serta pelestarian seni dan budaya Jawa,” ujar AKP Pebe Supriyadi.
Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Desa Sebelimbingan, Ahmad Zainuri, menyampaikan apresiasi yang mendalam. Sebagai sosok yang lahir dan besar di lingkungan masyarakat Jawa di daerah transmigrasi, Ahmad Zainuri menyambut baik kehadiran SIJOKO untuk membangkitkan kembali kearifan lokal dan tradisi Jawa yang sempat mengendor.
”Kami sangat bersyukur dan mendukung penuh kehadiran SIJOKO. Di Desa Sebelimbingan sendiri, mayoritas warga adalah warga keturunan Jawa perantau. Kami terus berupaya menjaga kebudayaan tersebut, seperti digelarnya grebek kampung hingga menghidupkan kembali tradisi dekorasi janur dan kembar mayang dalam setiap acara pernikahan,” tutur Kades.
Selain agenda perkenalan pengurus, pertemuan ini difokuskan pada pembahasan dan pemantapan koordinasi pelaksanaan serangkaian kegiatan sosial dan pentas kebudayaan yang direncanakan berlangsung pada tanggal 24 Agustus mendatang di Lapangan Desa Sebelimbingan.
Adapun beberapa poin penting yang disepakati dalam rapat koordinasi tersebut antara lain:
1. Pentas Seni dan Kebudayaan: Pelaksanaan pertunjukan seni tradisional yang akan diisi oleh seniman lokal serta penampilan tari-tarian daerah oleh pemuda perwakilan desa.
2. Kegiatan Bakti Sosial (Baksos): Penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Desa Sebelimbingan.
3. Sinergi Panitia Pelaksana: Pembentukan struktur kepanitiaan bersama antara pengurus SIJOKO dan tokoh masyarakat/pemuda Desa Sebelimbingan guna memastikan seluruh sarana panggung, konsumsi, dan alur acara berjalan dengan lancar.
Rangkaian acara puncak yang direncanakan pada malam tanggal 25 Agustus dengan pagelaran campursari diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan rakyat, tetapi juga menjadi jembatan pemersatu serta perwujudan kebersamaan warga dalam melestarikan kebudayaan Nusantara. Rzq.












