Riau  

Bahu-Membahu Padamkan Karhutla, Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan Tim Gabungan Berjibaku di Bengkalis

BENGKALIS — Di tengah teriknya cuaca ekstrem dan sulitnya medan perhutanan, prajurit Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur gabungan terus berjibaku memadamkan kobaran api yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis, pada Sabtu (22/8).

Melalui personel Koramil jajaran Kodim 0303/Bengkalis, TNI bergerak terpadu memadukan kekuatan bersama Polri, Manggala Agni, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Upaya pemadaman difokuskan di empat titik rawan, yakni Desa Temeran, Desa Gayung, Desa Gemala, dan Desa Lubuk Gaung, guna mengendalikan penyebaran titik panas (hotspot) serta mencegah dampak kabut asap yang lebih luas bagi masyarakat.

Hadapi Cuaca Ekstrem dan Akses Medan yang Terjal

Dalam proses pemadaman di lapangan, tim gabungan dihadapkan pada berbagai tantangan berat. Suhu udara yang sangat tinggi memicu potensi munculnya kembali titik api (re-ignition) serta mempercepat persebaran api di lahan gambut dan kering.

Selain faktor cuaca, sulitnya akses geografis menjadi hambatan tersendiri. Sebagian besar lokasi kebakaran tidak dapat dilalui kendaraan operasional, sehingga personel harus berjalan kaki menembus hutan dengan membawa perlengkapan pemadaman. Kondisi ini menuntut ketahanan fisik yang kuat serta koordinasi yang solid antarpersonel.

Dandim 0303/Bengkalis menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi erat di lapangan.

“Kami terus bersinergi dengan Polri, Manggala Agni, BPBD, dan seluruh unsur terkait untuk melakukan pemadaman secara maksimal. Meskipun menghadapi medan sulit dan cuaca yang kurang bersahabat, seluruh personel tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi memutus rantai penyebaran api,” ujar Dandim.

Jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah dalam langkah mitigasi maupun penanggulangan darurat bencana karhutla di wilayah Riau.

Kehadiran prajurit di garda terdepan ini menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan, melindungi ekosistem hutan, serta memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat dari bahaya dampak karhutla. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *