KOTABARU — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi momen penting bagi Paguyuban Silaturahmi Jawa Kota Baru (Si Joko) untuk memperkuat kepedulian sosial, kebersamaan, dan pelestarian budaya di tanah perantauan.
Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan silaturahmi warga serta penyaluran bantuan sosial pada Senin (24/08) malam di Lapangan Sepakbola Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru.
Ketua Si Joko, AKP Pebe Supriyadi, SE, menegaskan bahwa rasa syukur atas nikmat kemerdekaan ke-81 ini harus diwujudkan dalam aksi yang berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Penyerahan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan menjadi wujud empati dan kasih sayang seluruh anggota paguyuban.
“Bantuan ini jangan dilihat dari besar atau bentuknya, tetapi ini wujud rasa empati dan kasih sayang Si Joko. Harapannya, aksi ini dapat mengukir senyum dan membawa manfaat bagi penerimanya,” ujar Pebe.
Selain aksi sosial, Pebe mengingatkan pentingnya menjaga identitas budaya Jawa dengan memegang teguh falsafah ‘Ngempalake balung pisah’ yang artinya menyatukan persaudaraan keturunan Jawa, serta prinsip ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.
“Kita berada jauh dari Pulau Jawa, jangan sampai lupa budaya dan asal-usul. Kita uri-uri (lestarikan) budaya Jawa, tetapi bukan berarti eksklusif. Si Joko adalah rumah bersama yang terbuka untuk menyatu dan bekerja sama secara harmonis dengan masyarakat lokal di Bumi Saijaan,” tegasnya.
Aksi kepedulian sosial ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kecamatan Pulaulaut Utara dan Pemerintah Desa Sebelimbingan. Kedua pihak menilai langkah Si Joko sebagai bentuk nyata kolaborasi masyarakat dalam membantu pemenuhan kebutuhan sosial warga.
Camat Pulaulaut Utara, Hj. Frida Yusiana, S.Hut, M.Hut, menyampaikan bahwa keberadaan paguyuban seperti Si Joko merupakan mitra strategis pemerintah daerah. Mengingat keterbatasan alokasi pemerintah kecamatan dan desa, peran aktif elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam merawat keharmonian sosial.
“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kehadiran Paguyuban Suku Jawa menjadi kekuatan sosial yang sangat membantu menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, rukun, dan sejahtera,” ungkap Camat.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sebelimbingan, Akhmad Zaenuri, mengimbau agar keberagaman suku, agama, dan budaya di wilayah Kabupaten Kotabaru senantiasa dijadikan modal memperkuat persatuan, bukan pemisah antarwarga. Jika timbul dinamika, persoalan hendaknya diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah dengan kepala dingin.
Pemerintah setempat berharap aksi kemanusiaan yang diinisiasi persatuan orang jawa di Bumi Saijaan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi dan komunitas lain untuk terus memberikan kontribusi positif bagi Bumi Saijaan.
Rangkaian kegiatan silaturahmi dan bakti sosial ini diakhiri dengan penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis kepada masyarakat yang memerlukan dilanjutkan dengan hiburan campursari. (Rzq)












