KOTABARU — Semangat kebersamaan dan kerukunan antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan makin menguat di Kabupaten Kotabaru. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Pembina Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Kelumpang Hilir, Mukrim, beserta Sekretaris, Arif Abdul Wahid, S.Kep., Ners., dalam acara peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah afiliasi PD Muhammadiyah Kotabaru yakni Masjid Al Maa’uun pada Minggu (20/09) di Desa Tegalrejo RT 01 Dusun 2, Kecamatan Kelumpang Hilir. Kabupaten Kotabaru.
Masjid binaan Muhammadiyah tersebut diharapkan menjadi pilar utama penyatu umat. PW Muhammadiyah Kalimantan Selatan Prof. Dr. H. Ridhani Fidzi, M.Pd., Ketua PD Muhammadiyah Kotabaru, Tenaga Ahli Bupati Kotabaru Widodo, Wakil Ketua DPRD Kotabaru Awaludin, S.Hut., M.M., serta anggota DPRD Kotabaru dari Fraksi PAN, Suntoro.
Tampak hadir pula unsur Forkopimcam Kelumpang Hilir mulai dari Camat, Kapolsek, hingga Danramil, bersama Kepala Desa dan BPD Tegalrejo serta perwakilan ormas keagamaan setempat.
Dalam sesi tausiyah, ditekankan pentingnya fungsi strategis masjid di tengah kehidupan bermasyarakat. Masjid tidak sebatas tempat suci untuk beribadah ritual, melainkan ruang sosial untuk berkumpulnya umat, wadah pendidikan, sarana pemecahan berbagai persoalan masyarakat, hingga simpul penguat tali silaturahim.
Pentingnya peran masjid juga digarisbawahi oleh Camat Kelumpang Hilir dalam sambutannya. Menurutnya, keberadaan Masjid Al Maa’uun harus dapat memberi kemaslahatan nyata serta mendorong peningkatan kualitas kehidupan spiritual warga sekitar.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Awaludin, S.Hut., M.M., menyampaikan harapannya agar Masjid Al Maa’uun menjadi simbol kebersamaan yang inklusif.
“Masjid ini diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh satu kelompok saja, tetapi terbuka lebar bagi seluruh umat Islam dari berbagai latar belakang. Semoga kehadiran masjid ini membawa kesejukan dan ketenangan bagi kita semua,” ujar Awaludin.
Partisipasi aktif PC LDII Kelumpang Hilir dalam agenda ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam membangun komunikasi terbuka dan mempererat ikatan persaudaraan dengan seluruh komponen bangsa.
Sinergi yang harmonis antarormas Islam diyakini menjadi fondasi utama mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghormati. Pemancangan batu pertama Pembangunan Masjid Al Maa’uun, besar harapan masyarakat agar proses konstruksi berjalan lancar, sehingga kelak masjid ini benar-benar berdiri kokoh sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan pemersatu umat di Kecamatan Kelumpang Hilir. Yul.












