Perkuat Sinergi di Wilayah Perbatasan, LDII Kotabaru Terima Kunjungan Balasan LDII Paser

KOTABARU – Menindaklanjuti agenda studi tiru pada September lalu, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kotabaru menerima kunjungan balasan dari jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Minggu (18/10).

Pertemuan antarwilayah perbatasan dipusatkan di Masjid Miftahul Huda, Jalan Jenderal Sudirman, RT 01, RW I, Desa Mayang Sari, Kecamatan Pamukan Barat, Kabupaten Kotabaru, dan diikuti sekitar 50 pengurus dari kedua kabupaten. Agenda tersebut digelar sebagai wadah silaturahim sekaligus sarana berbagi pengalaman (sharing knowledge) guna memperkuat tata kelola keorganisasian di tingkat daerah.

Pada kesempatannya, Ketua DPD LDII Kabupaten Kotabaru, Drs. H. Murdianto, menyampaikan bahwa peran LDII dalam membina serta melindungi warga, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kecamatan Pamukan Barat dan Pamukan Utara, terus berjalan optimal sesuai regulasi keormasan yang berlaku.

“Keberadaan struktur kelembagaan di tingkat PAC maupun PC terus kami dorong agar ideal dan taat asas sesuai UU Keormasan. Alhamdulillāh, pembentukan serta penyusunan pengurus di kawasan Pamukan telah diterbitkan Surat Keputusan (SK)-nya sesuai petunjuk teknis organisasi,” ujar H. Murdianto.

Ia menambahkan, penguatan kesekretariatan, penataan administrasi, serta legalitas aset organisasi termasuk pemasangan papan nama resmi menjadi prioritas agar keberadaan LDII semakin jelas dan terakreditasi di tengah masyarakat.

“Secara kinerja, pembinaan rutin tetap berjalan, baik secara tatap muka maupun melalui media komunikasi digital. Keberadaan di Pamukan saat ini sangat kondusif dan mendapat respons positif dari lingkungan sekitar,” tuturnya.

H. Murdianto menegaskan, kontribusi organisasi di Pamukan Utara dan Pamukan Barat telah terimplementasikan melalui tiga pilar utama: Karya, Komunikasi, dan Kontribusi.

“DPD Kotabaru siap mengakomodasi setiap agenda positif di tingkat cabang. Jika ada kendala, tentu kita evaluasi dan perbaiki bersama,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Paser, Suliono, SE, menggarisbawahi pentingnya keterikatan organisasi dengan pemerintah daerah setempat. Menurutnya, koordinasi lintas batas wilayah sangat diperlukan agar program kerja di dua kecamatan perbatasan tersebut dapat berjalan selaras dan sinergis.

“Kegiatan organisasi itu melekat pada wilayah pemerintah daerah. Oleh karena itu, perlu kita perjelas dan tingkatkan sinergisitas agar terjadi sinkronisasi program organisasi, terutama di wilayah perbatasan yakni : Kecamatan Pamukan Barat, Pamukan Utara, Kabupaten Kotabaru dan Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser” ungkap Suliono.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan program rutin keagamaan dan kemasyarakatan agar terstruktur dengan baik jauh hari sebelumnya, seperti halnya pelaksanaan agenda Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, program rutin tahunan hendaknya dilengkapi dengan penyusunan jadwal serta kesiapan administratif yang matang agar pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan tertib dan lancar.

Melalui pertemuan ini, kedua DPD berharap hubungan silaturahim dan kerja sama antarwilayah perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dapat semakin kokoh, transparan, serta memberikan dampak positif bagi pembinaan warga dan masyarakat luas. Rzq.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *