Ketua SENKOM Kalsel Tanggapi Imbauan Ketum Terkait Antisipasi Hadapi Kemarau Ekstrim

  1. GENERASINEWSINDONESIA.COM Banjarmasin – Menanggapi imbauan Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) SENKOM Mitra Polri, H. Katno Hadi, terkait antisipasi hadapi kemarau ekstrim, Ketua SENKOM Mitra Polri Provinsi Kalimantan Selatan, H. Sukaji, menyatakan kesiapan jajarannya untuk bergerak cepat dalam langkah mitigasi dan penanggulangan dampak bencana.

 

Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk respons cepat atas instruksi Ketum, H. Katno Hadi, yang menekankan pentingnya peran aktif seluruh anggota di daerah dalam membantu pemerintah dan pihak kepolisian menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta krisis air bersih.

 

“Kami telah menerima arahan dari Pusat dan segera menginstruksikan kepada seluruh pengurus Senkom di 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel untuk meningkatkan status kesiapsiagaan. Kemarau tahun 2026 ini diprediksi lebih menantang, maka deteksi dini melalui bantuan komunikasi menjadi kunci utama kami,” ujar Sukaji saat dikonfirmasi pada Senin (06/04) pagi melalui aplikasi WhatsApp.

 

Dalam keterangannya kepada Ketum PP SENKOM , Sukaji menegaskan bahwa Senkom Kalsel akan mengoptimalkan penggunaan Senkom Digital Communication (SDC) untuk melaporkan setiap titik api (hotspot) secara real-time. Kecepatan informasi ini diharapkan dapat membantu Satgas Karhutla dan BPBD dalam melakukan pemadaman dini sebelum api meluas.

 

“Instruksi Ketum sangat jelas: Senkom harus menjadi mata dan telinga bagi instansi terkait. Kami telah menyiapkan personel yang terlatih dalam bidang kebencanaan (Senkom Rescue) untuk bersinergi dengan TNI-Polri dan stakeholder lainnya,” tambahnya.

 

Senkom Kalsel juga menaruh perhatian khusus pada wilayah-wilayah yang secara historis rawan Karhutla, seperti area sekitar Bandara Syamsudin Noor dan lahan gambut di daerah Kabupaten Banjar, Tanah Laut, serta Barito Kuala.

Selain fokus pada pemadaman, Sukaji juga mengajak anggotanya untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering ini.

 

“Kami berkomitmen penuh menjalankan peran pengabdian ini. Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, kami optimis dampak kemarau ekstrem tahun ini dapat kita minimalisir bersama-sama,” tutup Sukaji. Rzq.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *