GENERASINEWSINDONESIA.COM Kotabaru – Dikutip dari media sentral 14, Hendra Setiawan (31), seorang kuli bangunan asal Jalan Patmaraga, Kabupaten Kotabaru, menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan sadis di Desa Semaras, Kecamatan Pulaulaut Barat. Akibat kejadian tersebut, korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka parah di sekujur tubuhnya.
Saat ditemui di rumah sakit pada Rabu (17/6), Hendra mengungkapkan bahwa kondisinya kini mulai berangsur membaik. Ia pun berharap pihak kepolisian dapat bergerak cepat untuk meringkus para pelaku yang telah menganiayanya.
“Alhamdulillah untuk keadaan saat ini agak sedikit membaik. Kami harap pihak kepolisian secepatnya menangkap semua pelaku. Saya juga meminta pertanggungjawaban biaya pengobatan di rumah sakit kepada pelaku atau pihak keluarganya,” ujar Hendra.
Berdasarkan penuturan Hendra, aksi penganiayaan tersebut terjadi dalam 2 waktu berbeda di lokasi tempatnya bekerja lembur sebagai kuli bangunan di sebuah sekolah dasar (SD) setempat.
Kejadian Pertama (Sabtu Malam): Peristiwa bermula pada Sabtu (13/6/2026) malam setelah waktu Magrib. Saat itu, Hendra hendak mencari umpan untuk memancing dan bertanya kepada dua orang pria yang kebetulan sedang menenggak minuman keras. Korban sempat diajak minum sambil mengobrol sebelum akhirnya kembali ke lokasi kerja.
Namun tidak berselang lama, kedua pria tersebut mendatangi tempat kerja korban. Salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam jenis parang dan menyerang Hendra, sementara satu orang lainnya yang bernama Mukhlis sempat mencoba melerai.
Kejadian Kedua (Senin Malam): Teror belum berakhir. Pada Senin (15/6/2026) malam setelah Isya, Hendra kembali diserang secara tiba-tiba di dalam ruangan tempatnya bekerja. Kali ini, jumlah pelaku bertambah menjadi lima orang, di mana salah satunya merupakan pelaku penyerangan pada Sabtu malam.
“Mereka menyerang berlima menggunakan jaket hitam. Untung saya sempat kabur dan masuk ke warung, tapi orang-orang di warung juga ikut lari ketakutan,” jelas Hendra.
Ia menambahkan bahwa para pelaku membawa senjata tajam jenis parang. Mengenai ciri-ciri pelaku, 2 orang diperkirakan berusia sebaya dengannya, sedangkan tiga orang lainnya berusia lebih tua.
Ia menambahkan bahwa para pelaku membawa senjata tajam jenis parang. Mengenai ciri-ciri pelaku, dua orang diperkirakan berusia sebaya dengannya, sedangkan tiga orang lainnya berusia lebih tua.
Usai pembacokan pada Senin malam, warga sekitar bersama kakak korban langsung mengevakuasi Hendra ke Puskesmas Lontar untuk mendapatkan penanganan darurat berupa jahitan pertama guna menutup luka. Malam itu juga, korban langsung dirujuk ke RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru.
Saat ini, Hendra harus berjuang pulih dengan luka jahitan serius di lengan kanan (dari pundak hingga siku), bagian punggung, serta kepala.
Mengenai perkembangan kasus hukum, Hendra mengaku pihak kepolisian telah meminta sejumlah barang bukti dan meminta keterangannya. Kendati demikian, hingga tiga hari pascakejadian, ia mengaku belum menerima informasi terbaru terkait pengejaran pelaku.
“Tindakan polisi kemarin langsung meminta bukti celana pendek yang digunakan dan penjelasan kronologi kejadian. Tetapi selama berjalan tiga hari ini, kami belum ada menerima laporan perkembangan apa pun,” pungkasnya. Rzq.












