Papua  

MTQ XXXI Papua Dibuka, Usung Tema ‘Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Adaptif dan Harmonis’

GENERASINEWSINSONESIA.COM Sentani – Gelaran akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026 dibuka pada Selasa malam, (14/07). Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat dan cukup megah ini dipusatkan di halaman Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, dihadiri ratusan peserta kafilah dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Papua.

Acara MTQ ke 31 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen. Gelaran ini direncanakan berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 13 hingga 18 Juli 2026, guna menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Provinsi Papua di ajang MTQ Tingkat Nasional pada Agustus-September 2026 mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, dalam laporan resminya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini di Kabupaten Jayapura selaku tuan rumah.

Berdasarkan laporan panitia, sebanyak 322 orang terlibat aktif dalam perhelatan ini, yang terdiri dari 264 peserta dari 8 kafilah kabupaten/kota dan 58 orang Dewan Hakim. Adapun rincian sebaran kafilah peserta adalah:

Kabupaten Jayapura (Tuan Rumah): 46 peserta (18 perempuan, 28 laki-laki)

Kabupaten Biak Numfor: 43 peserta (21 perempuan, 22 laki-laki)

Kabupaten Sarmi: 30 peserta (12 perempuan, 18 laki-laki)

Kabupaten Keerom: 32 peserta (18 perempuan, 16 laki-laki)

Kabupaten Numfor: 20 peserta (7 perempuan, 13 laki-laki)

Kabupaten Mamberamo Raya: 33 peserta (17 perempuan, 16 laki-laki)

Kota Jayapura: 48 peserta (22 perempuan, 26 laki-laki)

Kabupaten Kepulauan Yapen: 12 peserta (6 perempuan, 6 laki-laki)

Panitia mengonfirmasi bahwa Kabupaten Supiori menjadi satu-satunya kabupaten yang tidak mengirimkan perwakilannya pada perhelatan kali ini.

Adapun total pembiayaan kegiatan ini bersumber dari bantuan sponsorship Bank Papua sebesar Rp750 juta rupiah dan Pemerintah Kabupaten Jayapura sebesar Rp500 juta rupiah yang telah terbayarkan lunas, serta didukung para sponsor mitra kerja lainnya.

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, dalam sambutannya menyambut hangat seluruh kafilah yang datang dari berbagai pelosok Papua ke bumi Kenambai Umbai Remay. Bupati menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca atau memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ adalah media dakwah, pendidikan karakter, serta instrumen penting untuk merawat persaudaraan masyarakat Papua.

“Pelaksanaan MTQ ke-31 ini memiliki makna strategis dalam mendukung visi Pemerintah Provinsi Papua menuju transformasi ‘Papua Cerah’ (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni). Nilai-nilai Al-Qur’an memiliki keterkaitan erat dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghormati, dan merawat toleransi di tengah kemajemukan daerah kita,” terang Bupati Jayapura.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Papua H. Umar Ugar, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan qari-qariah secara berkesinambungan dan tidak berhenti sebagai acara seremonial tahunan semata.

“LPTQ Papua berkomitmen menghadirkan program pembinaan Tilawatil Qur’an yang berkelanjutan. Kita ingin membentuk generasi Qur’ani yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di tanah Papua. Kepada seluruh peserta, mari ikuti musabaqah ini dengan penuh keikhlasan, junjung tinggi sportivitas, dan hormati keputusan Dewan Hakim,” tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, menyampaikan sambutan yang sarat akan pesan kerukunan dan semangat kebersamaan. Ia menyoroti pentingnya relevansi tema MTQ dengan tantangan zaman modern.

“Tema MTQ tahun ini, ‘Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Adaptif di Era Digital, Merajut Keberagaman, Menuju Papua Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni’, sangat kontekstual. Di era transformasi digital, generasi Qur’ani tidak hanya dituntut hafal dan fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga bijak memanfaatkan teknologi informasi untuk menyebarkan konten kedamaian dan menyaring berita negatif,” ujar Pdt. Klemens Taran.

Kakanwil Kemenag Papua juga menggarisbawahi bahwa kemajemukan Papua adalah anugerah terindah yang harus dijaga melalui implementasi Moderasi Beragama.

“Nilai Al-Qur’an mengajarkan keadilan, toleransi, dan persaudaraan. Penyelenggaraan MTQ ini harus menjadi momentum emas memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di tanah Papua’, demikian himbauannya.

Kepada Dewan Hakim, ia berpesan agar bertugas secara profesional, jujur, dan objektif agar melahirkan duta-duta terbaik yang akan mengharumkan nama Papua di kancah nasional.

Gubernur Papua, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Papua, menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir langsung namun mengirimkan salam hangat dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Jayapura, Kanwil Kemenag Papua, LPTQ, aparat keamanan, tim medis, serta para sponsor yang telah berkolaborasi luar biasa menyukseskan acara ini. Semoga ikhtiar mulia ini melahirkan generasi Qur’ani teladan yang membawa berkah kedamaian bagi tanah Papua, membawa pesan Rahmatan lil ‘Alamin,” tulis Gubernur.

Menutup sambutan tertulis tersebut, Wakil Gubernur Papua secara resmi membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026 di Kabupaten Jayapura. Pembukaan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh kafilah dan masyarakat yang hadir. Rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *