SENKOM Karanganyar Gelar Rakor Siapkan Festival Panen Raya Peringati Hari Kartini

GENERASINEWSINDONESIA.COM Karanganyar – Ada yang berbeda dalam silaturahim lebaran jajaran Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar tahun ini. Bukan sekadar jabat tangan dan maaf-maafan, organisasi yang dikenal dengan dedikasinya di bidang keamanan dan kebencanaan ini justru tengah menyiapkan gebrakan inovatif yang memadukan ketahanan pangan dengan semangat emansipasi.

Bertempat di kawasan asri Umbul Gunung Tugel, Mojogedang, Minggu (12/4), Rapat Koordinasi (Rakor) dan Halal Bihalal pengurus Senkom Karanganyar berlangsung hangat namun sarat agenda strategis. Di bawah tajuk “Refleksi Sucikan Hati dalam Jalinan Silaturahmi Senkom Berjuta Manfaat”, organisasi ini menegaskan bahwa peran mereka kini melampaui urusan nge-pam (pengamanan) di jalanan.

Ketua Senkom Mitra Polri Karanganyar, H. Joko Sutrisno, SH., MM., dalam sambutannya menekankan pentingnya organisasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui program menanam cabai (lombok) rawit yang telah dimulai sejak awal tahun. Ia menceritakan pengalamannya mengelola tanaman di tengah tantangan cuaca, yang kini mulai membuahkan hasil.

“Bukan sekadar menanam, ini adalah bukti bahwa Senkom hadir membantu pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dari level rumah tangga,” ujar Joko.

Menariknya, keberhasilan program ini akan dipuncaki dengan sebuah agenda besar: Festival Panen Lombok Rawit dalam Momentum Hari Lahir Kartini, yang direncanakan pada 21 April 2026 mendatang.

Pemilihan tanggal 21 April bukan tanpa alasan. Festival ini didedikasikan khusus bagi para istri anggota Senkom. Joko menyadari bahwa di balik kesiapan personel Senkom yang sigap bertugas kapan saja—baik saat pengamanan hari raya maupun misi kemanusiaan—ada peran luar biasa dari para istri yang ikhlas ditinggal bertugas.
“Istri anggota Senkom adalah pendukung utama perjuangan suami. Mereka siap ditinggal musyawarah, siap ditinggal bertugas sosial. Maka, festival panen ini menjadi simbol kemitraan antara ketahanan pangan dan ketahanan keluarga,” tambahnya.

Agenda yang akan digelar di kompleks Rumah Dinas Bupati ini dirancang dengan gaya modern dan estetik. Setiap kecamatan (17 kecamatan) ditantang untuk membawa hasil tanaman cabai terbaik mereka dalam pot yang telah dikemas cantik dengan stiker identitas Senkom.

Tak main-main, tim penilai tidak hanya berasal dari internal Senkom, tetapi juga melibatkan ahli dari Dinas Pertanian untuk memastikan standar kualitas tanaman yang dilombakan.

Di era keterbukaan informasi, Joko juga mengingatkan pentingnya dokumentasi yang profesional. Baginya, menampilkan sisi humanis dan prestasi organisasi melalui media sosial dan digital bukan untuk pamer, melainkan sebagai alat perjuangan untuk membentengi organisasi dari sentimen negatif.

“Masyarakat harus melihat bahwa Senkom itu kreatif dan produktif. Dokumentasi yang baik adalah bagian dari promosi pengabdian kita,” pungkasnya. Rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *