GENERASINEWSINDONESIA.COM Manokwari – Rasa syukur yang mendalam menyelimuti warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Manokwari atas kepulangan jamaah haji Kloter 25. Setelah menunaikan ibadah selama 40 hari di tanah suci Mekkah dan Madinah, rombongan mendarat dengan selamat di tanah air pada Sabtu (20/06).
Di antara deretan petugas yang mengawal kelancaran ibadah tersebut, terdapat kebanggaan tersendiri bagi warga LDII Manokwari. Salah satu kader terbaiknya, Hj. Nisa Mulyati, S.S., amanah mengemban tugas negara sebagai petugas pendamping haji Kloter 25 Kabupaten Manokwari.
Bagi warga LDII, tugas yang diemban Hj. Nisa bukan sekadar urusan administratif atau operasional belaka. Ini adalah bentuk nyata dari pengabdian kepada bangsa sekaligus ladang pahala dalam melayani para dhuyufurrahman (tamu-tamu Allah). Hj. Nisa mengungkapkan bahwa kesempatan ini memberikan pelajaran spiritual yang luar biasa bagi dirinya.
“Menjadi petugas haji mengajarkan saya arti mendalam dari sebuah tanggung jawab, kesabaran, kerja sama tim, dan keikhlasan. Ini adalah pengalaman spiritual yang sangat berharga dalam meningkatkan pemahaman agama dan nilai-nilai kebaikan di tanah suci,” ungkap Hj. Nisa dengan penuh rasa syukur.
Sebagai bentuk kepedulian sesama muslim, Hj. Nisa menitipkan beberapa nasehat penting bagi para calon jamaah haji yang akan berangkat pada musim mendatang:
* Matangkan Manasik: Perdalam lagi pemahaman tentang rangkaian ibadah haji serta amalan-amalan utama selama berada di Haromain (Mekkah dan Madinah).
* Jaga Kesehatan Sejak Dini: Mulai sekarang, biasakan pola hidup sehat, lakukan pemeriksaan medis secara berkala, dan jalani pengobatan yang tepat jika memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Ibadah haji itu tidak hanya membutuhkan kesiapan mental dan spiritual, tetapi fisik yang prima adalah pendukung utama kelancaran ibadah kita di sana,” pungkasnya.
Keberhasilan Hj. Nisa dalam menjalankan amanah ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh warga LDII untuk terus berkontribusi positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam pelayanan keagamaan. Rls.










