GENERASINEWSINDONESIA.COM Kotabaru – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Hidayah pada Kamis (23/04) malam menyelenggarakan kegiatan Ujian Hafalan Al-Qur’an bagi para santrinya di Aula, Jalan Jenderal Sudirman, RT 01, RW 01, Desa Mayang Sari, Kecamatan Pamukan Barat, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum berkelanjutan yang dinaungi oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk mengukur sejauh mana capaian hafalan dan pemahaman agama para generasi muda di wilayah tersebut.
Acara yang yang diikuti puluhan santri ini mengusung tema besar ‘Mencetak Generus Bangsa yang Memiliki Alim-Faqih, Berakhlakul Karimah, dan Mandiri Berdasarkan Al-Qur’an’.
Ketua PAC LDII Desa Mayang Sari, melalui Ustadz Andri Saputra, menekankan bahwa ujian ini bukan sekadar ajang adu hafalan, melainkan upaya membentuk karakter santri yang utuh.
Terdapat 3 target utama (Tri Sukses) yang ditekankan dalam pembinaan ini:
1. Alim-Faqih: Santri diharapkan tidak hanya hafal secara tekstual, tetapi juga memahami hukum-hukum agama (ilmu syar’i) dengan benar.
2. Berakhlakul Karimah: Membentuk budi pekerti yang luhur sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Mandiri: Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab sejak dini agar menjadi pribadi yang tangguh di masa depan.
Ujian diikuti oleh puluhan santri dari berbagai tingkatan usia, dimana, penguji menitikberatkan penilaian pada beberapa aspek penting, yaitu:
* Tahfidz: Kelancaran hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an Surah An-Nas sampai Surah Al-Fajar.
* Tajwid: Ketepatan makhrajul huruf dan hukum bacaan.
* Adab: Sikap dan kesantunan santri selama proses ujian berlangsung.
Dengan suksesnya ujian ini, TPA Al-Hidayah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agama dan fasilitas pendukung lainnya guna mencetak profil santri yang unggul dan religius.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kemandirian yang kuat. Al-Qur’an harus menjadi landasan utama mereka dalam melangkah sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Sulaiman.
Kegiatan ini pun mendapat respon positif dari orang tua santri dan tokoh masyarakat, Subakti. Ia berharap melalui pembinaan rutin oleh LDII ini, anak-anak di Desa Mayang Sari dapat membentengi diri dari pengaruh negatif di era digital dan menjadi aset bangsa yang berharga di masa depan.
Hadir dalam acara itu, Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam (PC LDII) Kecamatan Pamukan Barat, Suhari, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Desa Mayang Sari, Ahmad Rudi, tokoh masyarakat dan orang tua santri. Rzq.













Alhamdulillah lancar barokah selalu