GENERASINEWSINDONESIA.COM Way Kanan – Mengusung semangat kontribusi berkelanjutan, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Way Kanan resmi menghelat Musyawarah Daerah (Musda) VI pada Rabu (22/4) di Gedung PUSIBAN. Agenda 5 tahunan ini mengangkat tema ‘Strategis Mengenai Kemandirian Daerah Demi Menyongsong Indonesia Emas 2045’, menjadi wadah evaluasi dan proyeksi peran organisasi di tengah masyarakat Bumi Ramik Ragom.
Musda VI ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya : Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, M. Aditya, Bupati, Ayu Asalasiyah, Ketua DPD LDII, H. Sobri, anggota DPRD, Belly Arisandi, serta perwakilan unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan doa, dilanjutkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan oleh Ketua DPD LDII Way Kanan, serta pemutaran video profil delapan program unggulan LDII. Video tersebut menampilkan kiprah LDII dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, hingga kontribusi dalam menjaga kerukunan dan stabilitas nasional.
Dalam sambutannya, Ketua DPW LDII Provinsi Lampung menekankan pentingnya penguatan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah. Menurutnya, LDII memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta dalam pembangunan, mengingat eksistensinya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.
“Kami lahir, hidup, dan beraktivitas di Indonesia. Bahkan dalam menjalankan ibadah pun, kita diberikan kemudahan. Maka sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk mencintai negeri ini dan berkontribusi nyata dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota LDII tidak terjebak dalam sikap pasif atau sekadar mengkritik tanpa solusi, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah kerja nyata dan profesionalisme yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi peran LDII sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan luas hingga tingkat akar rumput. Ia berharap Musda VI ini dapat menjadi forum strategis dalam merumuskan program kerja yang adaptif, inklusif, dan berdampak nyata.
“Forum Musda ini diharapkan berlangsung secara sehat, dinamis, dan penuh semangat kebersamaan. Dari sinilah lahir gagasan dan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Ayu.
Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Way Kanan menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, dukungan dari organisasi kemasyarakatan seperti LDII menjadi sangat penting dalam mempercepat terwujudnya visi daerah.
“Untuk mencapai Way Kanan yang mandiri dan sejahtera, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan sinergi dari seluruh elemen, termasuk LDII yang selama ini telah aktif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program positif yang dijalankan LDII, terutama yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“Agenda ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” Tutupnya. Yus.












