GENERASINEWSINDONESIA.COM Surakarta – Aula Arroyan, Padepokan Persinas ASAD di Pucang Sawit, pada Jumat (13/3) sore mendadak berubah menjadi lautan keberagaman. Tidak ada dentuman pukulan atau gesekan fisik, yang ada hanyalah jabat tangan erat dan obrolan renyah. Di sana, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surakarta membuktikan bahwa di bawah naungan sportivitas, perbedaan seragam hanyalah warna, namun tujuannya tetap satu ‘Prestasi untuk Kota Solo’.
Momen buka puasa bersama ini menjadi saksi berkumpulnya perwakilan dari 32 perguruan pencak silat se-Surakarta. Duduk melingkar tanpa sekat, para pendekar ini sejenak menanggalkan rivalitas demi mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan.
Bukan sekadar ajang makan bersama, pertemuan ini juga menjadi “ruang ganti” untuk menyusun strategi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu, S.P., M.M., hadir membawa angin segar sekaligus tantangan besar bagi para atlet.
“Kami menargetkan Surakarta meraih posisi kedua pada Porprov nanti dengan target 100 medali emas. Pencak silat adalah salah satu lumbung kebanggaan kita yang menyumbang sekitar 10 medali emas. Kami ingin prestasi ini minimal dipertahankan, atau bahkan melampaui batas yang ada,” tegas Her Suprabu penuh optimisme.
Sebagai bukti keseriusan, KONI telah mengalokasikan anggaran pembinaan sebesar Rp8 miliar, di mana Rp6,5 miliar di antaranya dikunci khusus untuk kesejahteraan dan kebutuhan atlet agar mereka dapat fokus berlaga tanpa beban finansial.
Ketua IPSI Kota Surakarta, Ito Indrayana Rangga Wangi, menyambut baik komitmen pemerintah dan KONI. Baginya, dukungan moril dan materil adalah bahan bakar utama bagi para atlet yang kini tengah menjalani pelatihan intensif.
Sementara itu, H. Suharno, S.Kar, selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua Pengkot Persinas ASAD Kota Surakarta, mengungkapkan rasa syukurnya atas terpilihnya padepokan
“Kebersamaan malam ini adalah fondasi. Tanpa persatuan antarperguruan, mustahil kita bisa mencetak prestasi yang mengharumkan nama Solo,” tutur Suharno khidmat.
Kehadiran Kepala Dispora Surakarta, Rini Kusumandari, S.H., M.M., serta perwakilan IPSI dari Klaten dan Karanganyar menambah bobot acara ini sebagai simbol solidaritas lintas daerah. Kegiatan ini mengirimkan pesan kuat: bahwa pencak silat bukan hanya soal bela diri, tapi soal bela bangsa dan menjaga martabat budaya melalui jalur prestasi.
Acara ditutup dengan doa bersama, di mana suara amin yang serentak seolah menjadi ikrar bahwa para pendekar Solo siap bertarung di gelanggang dengan hati yang bersih dan semangat yang menyatu. Rls. Ghoni.










