GENERASINEWSINDONESIA.COM Surakarta — Ketahanan sebuah kota sering kali diukur dari megahnya infrastruktur atau canggihnya sistem keamanan terpadu. Namun, di balik itu semua, benteng pertahanan yang sesungguhnya berada pada rajutan rasa saling percaya dan kolaborasi organik antar-elemen warganya. Refleksi mendalam inilah yang mengemuka pada Jum’at (05/06) dalam audiensi hangat antara jajaran Senkom Mitra Polri Kota Surakarta dengan Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta, Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., di Makodim setempat.
Pertemuan tersebut sengaja dirancang tanpa sekat formalitas yang kaku. Di ruang tamu Makodim, dialog mengalir setara, mentransformasikan koordinasi birokrasi menjadi sebuah ruang taktis untuk merumuskan ulang strategi mitigasi kota—mulai dari stabilitas wilayah, kesiapsiagaan bencana, hingga penyuntikan semangat bela negara ke generasi muda.
Di hadapan Dandim, Ketua Senkom Mitra Polri Kota Surakarta, Yusuf Erwansyah, A.Md., menegaskan bahwa komitmen organisasi yang dipimpinnya tidak sekadar bergerak di ruang hampa atau saat situasi darurat saja. Senkom secara konsisten merawat basis massa melalui tiga klaster pengabdian utama: Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Kebencanaan, dan Bela Negara.
“Kami menolak menjadi penonton pasif. Tiga klaster ini adalah fondasi pergerakan kami untuk memastikan bahwa kapan pun TNI, Polri, atau pemerintah daerah membutuhkan ‘tangan tambahan’ di lapangan, relawan Senkom sudah siap dalam kondisi siaga,” ujar Yusuf.
Satu hal inovatif yang mencuri perhatian dalam audiensi ini adalah paparan Yusuf mengenai optimalisasi Bidang Publikasi, Humas, dan Hubungan Antar Lembaga (PHMAL). Di era banjir informasi, Senkom memandang publikasi bukan sebagai ajang pamer kinerja (show off), melainkan sebagai instrumen edukasi publik. Narasi yang sehat dan akurat sengaja diamplifikasi ke ruang digital untuk membangun optimisme serta memicu efek domino gotong royong di tengah masyarakat urban.
Mendengar peta jalan gerakan tersebut, Letkol Inf Arief Handoko Usman memberikan impresi dan apresiasi yang tinggi. Bagi Dandim, Senkom bukan sekadar organisasi kemasyarakatan luar, melainkan mitra strategis yang memiliki frekuensi kerja dan denyut nadi yang sama dengan TNI dalam menjaga kondusivitas Kota Bengawan.
Letkol Inf Arief menarik memori kolektif pada peristiwa banjir yang sempat merendam sejumlah titik di Surakarta beberapa waktu lalu. Baginya, krisis ekologis tersebut menjadi laboratorium nyata yang menguji kesolidan antarelemen bangsa.
“Bencana memang tidak pernah kita harapkan datang. Namun, ketika krisis itu mengetuk pintu kota kita, di situlah otot gotong royong kita dilatih dan diuji. TNI dan Senkom harus berada di hamparan garis depan yang sama, bergerak satu frekuensi untuk menyeka air mata masyarakat yang terdampak,” tegas Letkol Inf Arief dengan lugas.
Sebagai bentuk dukungan konkret dan timbal balik, Kodim 0735/Surakarta menyatakan siap membuka barak dan fasilitasnya untuk mendukung program kaderisasi Senkom. Personel Kodim dipastikan akan turun langsung sebagai mentor, instruktur, maupun narasumber guna memperkuat pemahaman wawasan kebangsaan dan ketahanan mental bela negara bagi para pemuda di Solo.
Ikatan Emosional Penjaga Kota
Audiensi Jumat siang ini pada akhirnya mengirimkan pesan kuat ke luar dinding makodim: bahwa Surakarta dijaga oleh jaringan manusia yang saling percaya dan terikat secara emosional, bukan sekadar relasi di atas kertas kerja.
Sinergi antara Kodim 0735/Surakarta dan Senkom Mitra Polri telah berevolusi menjadi modal sosial yang tak ternilai harganya. Di tengah kompleksitas tantangan zaman, kolaborasi partisipatif berbasis kerelawanan ini menjadi bukti nyata bahwa kota yang tangguh adalah kota yang warganya menolak abai dan memilih untuk saling menjaga. Rls.












