Bidik Piala Nasional, FORSGI Kalsel Seleksi Talenta Muda Lewat Festival Sepak Bola Usia Dini

GENERASINEWSINDONESIA.COM – Banjarbaru – Momentum libur sekolah tahun ini dimanfaatkan secara produktif sebagai wadah pembinaan pesepak bola muda di Kalimantan Selatan. Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kalsel menggelar Festival Sepak Bola Usia Dini untuk kategori U-10 dan U-12 guna menjaring talenta terbaik Banua menuju panggung nasional.

Bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, ajang bergengsi ini resmi bergulir di Lapangan Minisoccer Mabrur, Banjarbaru, mulai 26 hingga 28 Juni 2026.

Ketua FORSGI Kalsel, Budiono, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar turnamen musiman. Pihaknya memanfaatkan ajang ini sebagai proses seleksi ketat untuk membangun skuad impian yang siap bersaing di tingkat nasional.

“Dari hasil festival ini, kami akan menyeleksi 14 pemain terbaik di kategori U-12. Mereka nantinya akan mewakili Kalimantan Selatan dalam ajang Piala FORSGI Nasional di Jakarta pada 23–25 Juli 2026 mendatang,” ujar Budiono di sela-sela kegiatan.

Antusiasme kompetisi tahun ini tergolong sangat tinggi. Sebanyak 24 tim dari delapan kabupaten dan kota turut berpartisipasi, dengan rincian 12 tim berlaga di kategori U-10 dan 12 tim di kategori U-12. Budiono optimistis ajang ini mampu melahirkan pemain muda potensial yang tidak hanya berbakat, tetapi juga tangguh mengharumkan nama daerah.

Pembukaan festival ditandai secara resmi lewat tendangan perdana (kick-off) oleh Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz. Ratusan peserta, pelatih, hingga orang tua atlet tampak memadati area lapangan untuk memberikan dukungan penuh.

Dalam sambutannya, Pebriadin mengapresiasi langkah FORSGI Kalsel yang jeli memanfaatkan masa libur sekolah dengan aktivitas luar ruang yang sehat dan produktif.

“Kami sangat mengapresiasi FORSGI. Anak-anak bisa mengisi waktu libur dengan berolahraga, bukan sekadar bermain gadget. Ini langkah penting untuk membangun karakter sekaligus menjaga kebugaran fisik mereka,” tutur Pebriadin, Jumat (26/6).

Pebriadin juga mengingatkan bahwa orientasi utama sepak bola usia dini adalah proses pembelajaran, bukan semata-mata mengejar trofi juara. Melalui atmosfer kompetisi, mental bertanding, teknik, hingga taktik anak-anak akan teruji secara nyata. Ia berharap event seperti ini dapat menstimulus olahraga menjadi budaya hidup sehat bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah, menilai festival ini sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan sepak bola Banua.

“Harapannya, kegiatan ini melahirkan atlet-atlet usia dini yang siap menjadi generasi penerus bagi tim sepak bola senior Kalimantan Selatan di masa depan,” pungkas Anugrah. Rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *