Sulap Lahan Pascatambang Jadi Kebun Sorgum, Ketua LDII Tanah Laut Raih Gelar Doktor di IPB

GENERASINEWSINDONESIA.COM Tanah Laut — Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut sekaligus dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Anton Kuswoyo, pada Selasa (30/06) resmi meraih gelar Doktor pada bidang Ilmu Nutrisi dan Pakan di IPB University. Pencapaian akademik tertinggi ini diraih usai dirinya berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Aula Fakultas Peternakan IPB University, Bogor.

Disertasi ilmiah tersebut berfokus pada pemanfaatan tanaman sorgum di lahan marginal pascatambang batubara. Penelitian ini dilaksanakan secara langsung di lokasi reklamasi pascatambang PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Anton menilai lahan pascatambang batubara yang selama ini dikenal tandus, masam, dan miskin unsur hara tetap memiliki potensi besar untuk dipulihkan menjadi kawasan produktif melalui pendekatan teknologi rehabilitasi tanah yang tepat.

“Lahan bekas tambang tidak harus berakhir sebagai lahan mati, tetapi dapat diolah kembali menjadi ruang produktif melalui ilmu pengetahuan dan inovasi,” ujar Anton pada Minggu (05/07).

Dari hasil penelitiannya, Anton merumuskan penggunaan perlakuan pembenah tanah (amelioran) berbasis bahan lokal yang memadukan asam humat, dolomit, dan kompos. Formulasi ini terbukti mampu menetralkan keasaman tanah, memulihkan struktur tanah, serta menyediakan ketersediaan hara bagi tanaman sorgum.

Dalam riset doktoralnya, Anton memaparkan tiga temuan baru (novelti), yakni:

1. Formulasi pembenah tanah berbasis bahan lokal (asam humat, dolomit, dan kompos).

2. Model integratif rehabilitasi lahan melalui sinergi pembenah tanah lokal, pupuk nitrogen (urea), dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA).

3. Pengungkapan mekanisme adaptasi fisiologis tiga varietas sorgum (Bioguma-2, Samurai-1, dan Samurai-2) sebagai dasar penyusunan paket teknologi budidaya pakan berkelanjutan.

Hasil budidaya sorgum ini terbukti menghasilkan biomassa berenergi tinggi yang sangat potensial dimanfaatkan sebagai pakan hijau bagi ternak ruminansia seperti sapi dan kambing, sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan dan pakan di Kalimantan Selatan.

Atas kelancaran penelitiannya, Anton menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada pihak PT. Arutmin Indonesia Tambang Asam-asam atas dukungan fasilitas yang diberikan.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri seperti ini sangat penting dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung rehabilitasi lahan dan pengembangan pertanian berkelanjutan,” ungkap Anton.

Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut, Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S., yang hadir langsung sebagai penguji luar komisi, turut menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian tersebut.

“Kami mengucapkan selamat kepada Dr. Anton Kuswoyo. Penelitian ini tidak hanya memiliki kontribusi ilmiah yang kuat, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan daerah, khususnya rehabilitasi lahan pascatambang batubara dan pengembangan komoditas sorgum di Kalimantan Selatan,” tutur Dr. Meldayanoor. Rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *