GENERASINEWSINDONESIA.COMKotabaru – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kotabaru kembali menggelar pengajian rutin secara tatap muka (offline), pada Minggu (19/07) diikuti ratusan jamaah di Pondok Pesantren At-Taqwa, Jalan Sadewa RT 04/II, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara.
Tercatat sekitar 300 warga di wilayah Pulau Laut, meliputi Kecamatan Pulaulaut Utara, Pulaulaut Sigam, Pulaulaut Timur, dan Pulaulaut Tengah hadir langsung di lokasi. Selain itu, kegiatan religius ini juga diikuti secara on-line oleh sekitar 100 jamaah di wilayah Kecamatan Pulaulaut Barat, Pulaulaut Kepulauan, dan Pulaulaut Selatan.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Kotabaru, Drs. H. Murdianto, M.Si, memberikan arahan penting mengenai komitmen kebangsaan. Ia kembali menekankan bagi seluruh warga untuk selalu tunduk, patuh, dan taat terhadap aturan pemerintah yang syah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
https://vm.tiktok.com/ZSX9W5bUN/https://vm.tiktok.com/ZSX9W5bUN/https://vm.tiktok.com/ZSX9W5bUN/
Menjelang momentum hari kemerdekaan, Murdianto mengimbau bagi seluruh jamaah untuk ikut serta menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan memiliki dan memasang bendera merah putih di lingkungan masing-masing dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sesuai instruksi pemerintah.
“Sebagai warga negara yang baik, mari tunjukkan rasa nasionalisme kita. Selain itu, saya juga kembali menekankan agar seluruh warga LDII selalu bijak dalam bermedia sosial. Jangan mudah terprovokasi, saring sebelum sharing, dan gunakan teknologi untuk menebar kebaikan,” ujar Murdianto melanjutkan arahannya.
Pengajian juga diisi dengan materi pokok religi yang komprehensif dengan materi makna Al-Qur’an disampaikan oleh Ustadz Noor Hasan Al-Firdaus, sementara pendalaman materi Al-Hadits disampaikan oleh Ustadz M. Lailatul Qoderi.
Sebagai pemungkas, Pembina LDII Kotabaru, H. Sugino Darto, SE, memberikan ceramah agama yang mendalam mengenai pentingnya menjaga keimanan dan ketaqwaan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, H. Sugino menegaskan bahwa beribadah tidak harus menunggu seseorang menjadi ahli agama atau menunggu usia tua. Perubahan baik bisa dimulai dari rutinitas sehari-hari melalui 3 benteng utama:
1. Menjaga ibadah wajib dan konsisten dalam kebaikan : Jemaah diajak untuk terus memperbaiki kualitas salat lima waktu sebagai tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab di akhirat kelak. Jika salatnya baik, maka baik pula amalan lainnya. Selain itu, warga diimbau membiasakan amalan kecil namun konsisten (istiqamah), membaca Al-Qur’an walau 1 halaman sehari.
2. Menjadikan setiap aktivitas sebagai nilai ibadah : Setiap jerih payah mencari nafkah yang halal, senyuman hangat kepada tetangga, hingga tindakan kecil seperti menyingkirkan duri di jalanan akan bernilai pahala jika diniatkan ikhlas karena Allah SWT. Diharapkan tidak ada waktu yang terbuang sia-sia tanpa nilai ibadah.
3. Menjaga hati dan lisan dari maksiat : Di era digital saat ini, menjaga ketakwaan juga berarti harus mampu menjaga “jempol/jari” dan pandangan di media sosial. Jemaah diminta menjauhi perilaku ghibah (menggunjing), menyebarkan berita bohong (hoaks), atau mengakses hal-hal yang dilarang agama. Setiap ketikan, ucapan, dan unggahan di ruang digital kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
“Semoga melalui pengajian ini, kita semua dapat menjalankan ibadah dengan tertib, khusuk, aman, lancar, dan berkah serta diharapkan dapat memperkuat tali silaturahim sekaligus meningkatkan kualitas keimanan warga LDII Kotabaru. (Rzq)












