GENERASINEWSINDONESIA.COM Mimika — Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) melalui Departemen Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menggelar kegiatan Turba (Turun ke Bawah) secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, pada Minggu (26/7) Berpusat dari Timika, Papua Tengah diikuti ratusan ibu-ibu dan remaja putri dari seluruh pelosok Tanah Papua.
Peserta dari DPD LDII Kabupaten Mimika sendiri tampak antusias menyimak jalannya acara dari Aula DKM Miftahul Huda, Timika.
Ketua DPD LDII Mimika, La Ode Muh Norris Ashara, S.S., mengungkapkan bahwa pengajian interaktif ini dirancang untuk memperdalam pemahaman fiqih kewanitaan sekaligus membekali generasi muda dengan etika bersosialisasi di era modern.
Sesi pertama diisi oleh Ustadzah Halimatus Sa’diyah yang mengupas tuntas dalil-dalil Al-Hadits mengenai thaharah (bersuci) bagi wanita, khususnya dinamika haid dan istihadhah. Pembahasan difokuskan pada kepastian hukum pelaksanaan ibadah shalat saat seorang wanita mengalami pendarahan di luar siklus rutinnya.
Melengkapi materi ibadah ritual, Hj. Rizky Masyani hadir memberikan arahan edukatif mengenai tata cara muslimah berinteraksi di tengah masyarakat maupun di ruang publik digital. Ia menggarisbawahi beberapa poin penting:
Kesantunan Berpakaian: Melestarikan busana syar’i yang sesuai dengan petunjuk Sunnah.
Kesadaran Bertransportasi: Menerapkan budaya tertib lalu lintas, seperti melengkapi dokumen berkendara, menggunakan helm, hingga memakai sabuk pengaman (safety belt).
Akhlakul Karimah: Menjaga martabat dan kesantunan dalam perilaku sehari-hari.
Isu literasi digital menjadi salah satu sorotan utama dalam nasihat Hj. Rizky Masyani. Ia mengingatkan para peserta agar bijak dan kritis dalam memanfaatkan media sosial.
“Wanita muslimah harus menjadi teladan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Jika ingin membuat konten, buatlah konten yang menginspirasi kebaikan, bukan yang membawa mudharat, provokatif, atau mengumbar aurat. Ingat, konten yang buruk bisa menjadi dosa jariyah,” tegasnya.
Melalui perpaduan materi fiqih dasar dan kesadaran era digital ini, rangkaian kegiatan diharapkan mampu memperkokoh pemahaman agama sekaligus mencetak generasi putri LDII yang berakhlak mulia, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan penuh integritas. Rls.






