Lampaui Target, 700 Pesilat PERSINAS ASAD Meriahkan Atraksi Massal IPSI di Bundaran HI”

JAKARTA — Sekitar 700 pesilat PERSINAS ASAD pada Minggu (09/08) turut ambil bagian dalam atraksi pencak silat yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Bersama 6.500 pesilat dari berbagai perguruan, kontingen PERSINAS ASAD memperagakan jurus tunggal tangan kosong secara massal. Partisipasi ratusan pesilat ini merupakan wujud komitmen PERSINAS ASAD, khususnya jajaran pengurus dan anggota di DKI Jakarta, dalam mendukung program IPSI sekaligus memperkuat kebersamaan antarpesilat dan antarperguruan.

Peserta dari PERSINAS ASAD hadir melalui dua jalur partisipasi, yakni sebagai perwakilan resmi perguruan dan perwakilan Pengurus Kota (Pengkot) IPSI di wilayah masing-masing yang menyatu dalam barisan besar untuk menampilkan gerakan yang harmonis dan selaras dalam semangat kebangsaan.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan kebersamaan, persatuan, dan kekuatan komunitas pencak silat di Indonesia,” ujar Sekretaris Umum Weda Hendragiri, selepas acara.

Weda menilai, keikutsertaannya merupakan bagian dari upaya bersama keluarga besar pencak silat untuk menghadirkan kegiatan positif menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada perencanaan awal, pihaknya menargetkan keterlibatan sekitar 500 peserta melalui konsolidasi berjenjang Pengkot PERSINAS ASAD se-DKI Jakarta. Namun, tingginya antusiasme anggota membuat jumlah peserta melonjak hingga melampaui 700 pesilat.

Menariknya, partisipasi PERSINAS ASAD melibatkan anggota lintas generasi. Weda menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak terbatas bagi pesilat muda atau atlet kompetisi saja, melainkan terbuka untuk semua kelompok usia.

Hal ini sejalan dengan pandangan PERSINAS ASAD bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga prestasi, melainkan juga media pendidikan karakter, sarana menjaga kebugaran, pelestarian budaya, serta wadah mempererat persaudaraan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah peragaan massal jurus tunggal tangan kosong IPSI. Peserta dari PERSINAS ASAD menyatu dengan pesilat dari perguruan lain, memperagakan rangkaian gerakan secara serempak. Gerakan yang harmonis tersebut menggambarkan keselarasan, disiplin, dan kekompakan ribuan peserta dalam satu irama.

Selain peragaan massal, perguruan anggota IPSI juga diberi kesempatan menampilkan ciri khas masing-masing.

PERSINAS ASAD menerjunkan pesilat dari Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin dan Pengkot Jakarta Utara untuk memperagakan teknik khas mereka sekaligus menyapa masyarakat di kawasan Car Free Day (CFD).

Bagi PERSINAS ASAD, keterlibatan ratusan pesilat di Bundaran HI ini menjadi manifestasi nyata dari nilai-nilai yang selama ini ditanamkan: disiplin, kekompakan, persaudaraan, serta rasa cinta terhadap bangsa dan budaya Indonesia. Through gerakan jurus tunggal yang diperagakan bersama, menegaskan bahwa keberagaman aliran perguruan dapat menyatu dalam satu semangat untuk menjaga warisan budaya dan memperkokoh persatuan bangsa. Rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *