TARAKAN – Atmosfer pembinaan sepak bola usia dini di Bumi Paguntaka kembali berdenyut kencang. Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kota Tarakan secara resmi membuka kompetisi bertajuk Tarakan Forsgi League Musim 2026/2027 pada Minggu (04/10) pagi di Lapangan Sepak Bola Datu Adil, Tarakan.
Ajang bergengsi tingkat lokal ini mencatatkan antusiasme tinggi dengan keikutsertaan 20 kontingen Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Tarakan. Kompetisi terbagi ke dalam dua kategori kelompok umur, yakni U-10 dan U-12, yang menggunakan format liga penuh dan akan berlangsung secara berkala selama enam bulan ke depan.
Rangkaian pembukaan (opening ceremony) digelar diawali dengan parade defile kontingen peserta, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan janji atlet dan wasit, serta penyerahan bola perdana secara simbolis dari Ketua FORSGI Kaltara, H. Ruddin, S.E kepada Komite Wasit PSSI Kota Tarakan.
H. Ruddin, S.E., mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah peserta tahun ini menunjukkan perkembangan positif bagi ekosistem sepak bola usia dini di Kalimantan Utara. Pihaknya optimistis kompetisi jangka panjang ini mampu melahirkan talenta muda berbakat yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
“Kami berharap liga ini berjalan lancar, aman, dan konsisten melahirkan pemain-pemain bertalenta yang kelak mampu membawa nama Tarakan menembus level provinsi maupun nasional,” ungkap Ruddin.
Pihak panitia menegaskan bahwa orientasi utama kompetisi ini bukan semata-mata mengejar piala, melainkan pembentukan karakter. Faktor mental bertanding, keberanian, disiplin, dan penanaman nilai sportivitas menjadi fokus utama pembinaan.
Kehadiran kompetisi rutin ini turut mendapat apresiasi dari para orang tua pemain. Wadah kompetisi yang terstruktur dinilai sangat membantu anak-anak dalam menyalurkan hobi sekaligus mengasah kemampuan teknis di lapangan hijau.
Bergulirnya kompetisi musim ini, ekosistem pembinaan sepak bola usia dini di Kota Tarakan diharapkan semakin solid dan dapat menjadi barometer pembinaan atlet usia muda di Provinsi Kalimantan Utara. Rls.
