GENERASINEWSINDONESIA.COM Kediri – Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai Lapangan Praja Mukti Kabupaten Kediri, pada Minggu pagi (12/4). Ponpes Wali Barokah kembali memfasilitasi Paguyuban Tenis Kediri (PTK) dalam kegiatan rutin bulanan yang kali ini dikemas dalam bingkai Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H.
Acara itu menjadi daya tarik bagi pemangku kepentingan (stakeholder) di wilayah Kediri Raya. Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perhubungan Kota Kediri dan Pemerintah Kabupaten Kediri yakni Kadis Budparpora, Kabag Umum, Kabag Pembangunan, Brigif 16 WY, Kodim 0809, Polres Kota dan Kabupaten setempat.
Hadir pula Kakan Kemenag Kota Kediri, Pengadilan Negeri, Subdenpom, Brimob, serta Ketua KONI Kabupaten Kediri, serta pimpinan RS Baptis, Telkom, dan pengurus LDII. Kehadiran Ketua PELTI Kabupaten Kediri, Ketua PELTI Nganjuk, klub Tenis TMC Nganjuk, Club Purna Brawijaya, hingga grup Bolo Tenis 354 semakin menyemarakkan suasana fun games tersebut.
Sebagai tuan rumah, Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Sunarto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan PTK yang kembali memilih Pondok Wali Barokah sebagai penyelenggaraan.
“Ini adalah bagian dari kontribusi Pondok Wali Barokah dalam mendukung kegiatan rutin PTK. Kami berharap kegiatan ini terus dilestarikan sebagai sarana silaturahim dan kebersamaan, sekaligus menjaga kebugaran melalui olahraga tenis lapangan. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan kami sebagai tuan rumah,” ujarnya.
Ketua PTK, H. Agung Riyanto, menjelaskan bahwa paguyuban ini telah konsisten berjalan selama 13 tahun sejak didirikan pada 2013. Saat ini, PTK beranggotakan 35 unsur yang terdiri dari birokrasi, TNI, Polri, BUMN, lembaga pendidikan, hingga komunitas tenis.
“Tujuan utama PTK adalah silaturahim antar pemangku kepentingan dengan konsep 4R, yaitu Olah Raga (kesehatan), Olah Suara (karaoke/hiburan), Olah Rasa (jamuan kuliner), dan Olah Ruh (doa bersama). Di sela rutinitas tugas sehari-hari yang padat, PTK hadir sebagai sarana refreshing yang efektif,” paparnya.
Ia juga menegaskan bahwa PTK bukanlah ajang turnamen kompetitif, melainkan ajang kegembiraan. Hal ini tercermin dalam tagline khas mereka “Kamerun” (Kalah Menang Tetap Rukun). “Beda skor itu biasa dalam pertandingan, tapi skor terbaik di PTK adalah 7:7, simbol keseimbangan dan kebersamaan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan sambutan dari tuan rumah dan Ketua PTK. Suasana religius terasa khidmat saat Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri memimpin doa bersama, disusul prosesi halal bihalal dan foto bersama seluruh undangan.
“Setelah seremoni usai, para peserta langsung turun ke lapangan untuk memulai sesi fun games tenis lapangan. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama, mempertegas hubungan harmonis antara institusi pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga kemasyarakatan di Kediri Raya,” tutupnya. Rls.












