Gunakan Metode FGD di PERMATA CAI Ke-47, LDII Banjarmasin Latih Generasi Muda Tanggap Solusi Digital

GENERASINEWSINDONESIA.COM Banjarmasin — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Banjarmasin menggelar Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) ke-47 di Masjid Al Muhajirin, Sungai Lulut, Kota Banjarmasin, selama 3 hari, terhitung sejak tanggal 24 hingga 26 Juli 2026.

Mengusung tema “Perhebat Karakter Pemuda Profesional Religius dan Berasaskan Pancasila Guna Memperkokoh Eksistensi Bangsa di Bawah Naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kegiatan ini menjadi sarana strategis LDII dalam membina generasi penerus (generus) yang berkarakter luhur, adaptif, dan berwawasan kebangsaan.

Ketua DPD LDII Kota Banjarmasin, Ahmad Kusnan, menyoroti tantangan generasi muda saat ini yang kian kompleks. Persoalan seperti lunturnya adab, kedisiplinan, rasa saling menghargai, hingga maraknya egoisme memerlukan penanganan serius melalui pembinaan karakter yang berkelanjutan.

“PERMATA CAI menjadi salah satu ikhtiar dalam membentuk generasi yang memiliki semangat kebersamaan, gotong royong, dan saling berbagi, yang semuanya berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujar Ahmad Kusnan.

“Generasi muda harus memiliki landasan yang kuat, mencintai bangsa dan negara, serta menerapkan 29 Karakter Luhur agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Pelaksanaan PERMATA CAI ke-47 ini merupakan hasil kolaborasi erat antara organisasi dengan Penggerak Pembina Generus (PPG) Kota Banjarmasin sejak tahap perencanaan hingga eksekusi.

Ketua PPG Kota Banjarmasin, Jumari, menjelaskan bahwa sinergi ini difokuskan untuk menyiapkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045. Salah satu terobosan dalam pelatihan tahun ini adalah penerapan metode Focus Group Discussion (FGD) untuk melatih peserta melakukan pemetaan masalah sosial di sekitarnya.

“Melalui FGD, peserta diajak mengidentifikasi berbagai permasalahan di lingkungan, menganalisis penyebabnya, lalu secara bersama-sama merumuskan solusi yang konkret dan dapat diterapkan,” jelas Jumari.

Ia juga menambahkan bahwa pembentukan karakter tidak cukup hanya lewat teori, melainkan butuh keteladanan konsisten dari orang tua, ulama, dan jajaran pengurus.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Saipul Bahri, melaporkan bahwa kegiatan diikuti sekitar 200 peserta perwakilan dari PAC LDII se-Kota Banjarmasin. Selama 3 hari, peserta dibekali materi penguatan 29 Karakter Luhur, seperti alim-fakih, berakhlakul karimah, dan mandiri, serta wawasan kebangsaan.

Dalam sesi FGD, pemateri khusus Zainul mengangkat isu literasi digital dengan tema ‘Bijak Bermedia Sosial’. Menurutnya, pemuda era digital harus mampu memilah pengaruh teknologi.

“Generasi muda harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, berdakwah, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur,” pungkas Zainul.

Dampak positif dari rangkaian kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Anis, salah seorang peserta, mengaku mendapatkan amunisi pengalaman dan cara pandang baru selama mengikuti perkemahan.

“Saya belajar bahwa mencari ilmu bukan hanya untuk menumpuk pengetahuan, melainkan bagaimana ilmu tersebut diamalkan dan memberi dampak positif bagi orang lain. Kegiatan ini memotivasi saya untuk lebih aktif berorganisasi dan berkontribusi di tengah masyarakat,” tutur Anis.

Melalui komitmen yang terus dijaga lewat PERMATA CAI ke-47, DPD LDII Kota Banjarmasin optimistis dapat mencetak generasi profesional religius yang siap menjawab tantangan zaman sekaligus membentengi eksistensi bangsa dan negara. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *