Peringati HUT ke-81 RI, SMA Budi Utomo Kotabaru Tekankan Pembentukan Karakter dan Ketaqwaan Generasi Muda

KOTABARU – SMA Budi Utomo bekerja sama dengan Pondok Pesantren Attaqwa Kotabaru pada Senin (17/08) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman halaman sekolah, di Jalan Sadewa RT 04/II, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru.

Upacara diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari siswa-siswi dan santriwan-santriwati, dewan guru, dan staf sekolah. Turut hadir dalam acara ini Pengurus Yayasan Rahmat Abdul Amin, pengasuh pesantren beserta ustad-Ustadzah, serta tokoh masyarakat.

Bertindak sebagai inspektur upacara Sekretaris Pondok Pesantren At-Taqwa, Nur Abdul Rozaq, yang dalam amanatnya ia mengajak seluruh peserta upacara untuk mengenang jasa para pahlawan dan ulama yang telah berjuang demi kemerdekaan di Bumi Saijaan.

“Sejarah mencatat bahwa kemerdekaan Indonesia berdiri di atas pilar perjuangan fisik dan doa khusyuk para pejuang serta ulama. Cinta tanah air dan keimanan adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan, Hubbul Wathan minal Iman,” tegas Rozaq.

Ia juga menyampaikan 3 pesan kunci kepada siswa dan santri selaku generasi muda:

1. Benteng Diri: Menjadikan ketaqwaan dan keilmuan sebagai benteng utama dalam menghadapi zaman.

2. Kebersamaan: Merawat semangat kerukunan dan gotong royong di lingkungan masyarakat.

3. Integritas: Memegang teguh prinsip kemandirian serta kejujuran agar benteng moral tidak tergerus dampak negatif pergaulan modern.

Usai upacara, Kepala SMA Budi Utomo, Riensty Hawwin Navia, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kelancaran acara yang merupakan hasil latihan intensif selama sepekan.

“Bagi saya, ini merupakan peringatan HUT RI ke-4 selama menjabat sebagai kepala sekolah. Antusiasme dan kedisiplinan para siswa hari ini menjadi bukti nyata bahwa semangat nasionalisme tumbuh subur di sekolah kami,” ujar Hawwin.

Ia berharap nilai-nilai perjuangan seperti kedisiplinan, kebersamaan, dan sikap pantang menyerah tidak berhenti di lapangan upacara, melainkan diterapkan dalam proses belajar hingga dalam hidup bermasyarakat.

“Tujuannya agar mereka tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat dan berintegritas,” pungkasnya. Skn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *