PEKANBARU — Panglima Kodam (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, Selasa (15/9) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara terpusat melalui video conference bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, tersebut dimulai pukul 09.00 WIB. Rakor ini digelar guna memperkuat konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merespons dinamika Karhutla serta memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan cepat, tepat, dan terpadu.
Turut hadir mendampingi Pangdam dalam agenda tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H., Kepala BPBD Provinsi Riau M. Edy Afrizal, S.E., M.H., serta jajaran unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya.
Dalam rakor terpusat tersebut, dibahas secara mendalam perkembangan sebaran titik panas (hotspot), langkah pencegahan dan pemadaman, kesiapan personel, hingga efektivitas sarana dan prasarana pendukung.
Mengingat karakteristik karakteristik geografis Provinsi Riau yang didominasi kawasan lahan gambut rawan terbakar, peningkatan kesiapsiagaan operasional menjadi prioritas utama. Deteksi dini, pemantauan ketat di wilayah rawan, serta kecepatan pengerahan tim lapangan terus ditingkatkan guna mencegah munculnya titik asap baru.
“Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur Polri, Pemda, BPBD, dan seluruh instansi terkait berkomitmen memperkuat pemantauan serta penanganan di lapangan secara terpadu. Hal ini penting untuk mencegah meluasnya kebakaran demi meminimalkan dampak terhadap masyarakat, lingkungan, dan roda perekonomian,” tegas Pangdam.
Rakor penanggulangan Karhutla tersebut berjalan dengan tertib dan lancar, menggarisbawahi satu penekanan utama: penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat, koordinasi yang solid, serta kerja bersama dari tingkat pusat hingga personel terdepan di lapangan. Rzq.












