Persinas ASAD Kalsel Gelar Sosialisasi Peraturan Pertandingan IPSI Hasil Munas 2026 bagi Pelatih dan Wasit

TANAH LAUT – Pengurus Provinsi (Pengprov) Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Kalimantan Selatan menyelenggarakan sosialisasi Peraturan Pertandingan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tahun 2026 selama 3 hari, mulai Jumat hingga Minggu (25–27/09) di Gedung Padepokan Persinas ASAD Kabupaten Tanah Laut.

​Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta perwakilan pelatih dan wasit juri dari kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Pembukaan acara ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh jajaran pembina dan pengurus yang hadir.

​Hadir sebagai pemateri utama yakni Nur Abdul Rozaq, Ketua Lembaga Wasit Juri Persinas ASAD Kalsel yang juga merupakan Wasit Juri Kelas 2 Nasional PB IPSI, serta Hadi Purnomo Arrosidi, anggota tim pelatih perguruan yang telah menyandang kualifikasi Pelatih Tingkat 3 Nasional PB IPSI.

​Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Pembina Persinas ASAD Kalsel, H. Rudi Arianto, menekankan pentingnya pemahaman peraturan pertandingan secara tepat dan menyeluruh. Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap regulasi terbaru IPSI 2026 sangat krusial untuk mencetak atlet-atlet yang berprestasi dan siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.

​”Pembaruan dan pemahaman peraturan pertandingan adalah kunci agar para pelatih serta official di daerah memiliki standar yang sama. Dengan begitu, pembinaan atlet di tingkat kabupaten dan kota dapat berjalan optimal serta selaras dengan regulasi nasional,” ujar H. Rudi.

​Sementara itu, saat menutup rangkaian kegiatan pada Minggu (27/09), Pembina Persinas ASAD Kalsel, H. Mujtahid, menyampaikan apresiasi atas semangat peserta. Ia berharap ilmu dan hasil dari sosialisasi ini dapat segera ditindaklanjuti dan disosialisasikan kembali di daerah masing-masing.

​”Kedisiplinan dan penguasaan aturan pertandingan akan menjadi benteng utama dalam melahirkan pesilat-pesilat yang jujur, sportif, dan berprestasi,” tutur Mujtahid.

​Apresiasi juga disampaikan oleh salah seorang peserta, Aris Yulianto. Ia menyambut baik pelaksanaan sosialisasi, oleh karena dapat memberikan pemahaman teknis yang sangat berharga.

Namun, ia memberikan masukan agar pada agenda serupa di masa mendatang, penyampaian surat pemberitahuan dapat dilakukan jauh-jauh hari agar surat pemberitahuan tidak terkesan mendadak, sehingga calon peserta memiliki kesempatan yang cukup untuk mengajukan izin ke pimpinan di tempat kerja masing-masing, serta dapat mempersiapkan rencana kehadiran dengan lebih matang demi hasil yang semakin maksimal. Rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *