Tingkatkan Akurasi Rukyatul Hilal, PC LDII Pulaulaut Utara Gelar Pelatihan Teleskop Astronomi

​KOTABARU – Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Pulaulaut Utara menggelar pelatihan pengamatan hilal (rukyatul hilal) bagi pada Sabtu (17/10) di Aula Pondok Pesantren At-Taqwa, Jalan Sadewa, RT 04 RW 2, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru.

​Acara yang diikuti belasan peserta perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII setempat menghadirkan pemateri Nur Abdul Rozaq selaku Humas LDII Kotabaru, yang dalam pemaparannya menyampaikan materi teknis berbasis hasil pelatihan yang telah diikutinya di Imah Noong, Bandung, pada Kamis – Sabtu (4-6/10)  lalu.

​Dalam pelatihan peserta dibekali materi pengoperasian 2 jenis teropong teleskop astronomi, yakni merek Seestar yang berbasis sistem full otomatis dan  SHrih SH-1105 yang fleksibel dengan pengoperasian full manual, semi-otomatis, hingga full otomatis.

​Ketua PAC LDII Kecamatan Pulaulaut Utara, Abdulloh Sifaturohman, menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari tindak lanjut program dan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII guna mendorong pelaksanaan pengamatan hilal secara berkelanjutan setiap bulannya.

Menurutnya, pembekalan dan pelatihan penggunaan teropong sangat penting untuk memastikan proses pengamatan astronomi berjalan secara akurat, valid, serta dapat dipertanggungjawabkan.

​Ia mengungkapkan terdapat 5 tujuan utama digelarnya pelatihan dan pembekalan teknis antara lain:

1. ​Meningkatkan Keterampilan Teknis: Teleskop astronomi memiliki tingkat presisi tinggi sehingga memastikan peserta mampu mengoperasikan alat secara mandiri, mulai dari proses perakitan, pengaturan fokus, teknik pelacakan (tracking) objek langit, hingga kalibrasi alat agar sesuai dengan koordinat astronomis yang akurat.

2. ​Memahami Ilmu Astronomi: Mengingat karakteristik hilal yang sangat tipis dan redup saat matahari terbenam, pada pembekalan  memberikan pemahaman teoritis mengenai posisi matahari, bumi, dan bulan, serta kemampuan membaca data astronomis untuk menentukan ketinggian hilal di suatu lokasi.

3. ​Meminimalisir Kesalahan Identifikasi Objek: Dengan pemahaman dan latihan yang matang, pengamat dapat membedakan secara objektif mana fenomena cahaya yang benar-benar hilal dan mana yang bukan, sehingga terhindar dari kekeliruan informasi.

4. ​Standarisasi Metode dan Validitas Data: Penentuan awal bulan kamariah (seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah) berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah umat Islam. Pelatihan ini membekali peserta dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) resmi yang diakui para ahli, sehingga data hasil pengamatan memiliki kekuatan hukum dan ilmiah yang sah.

5. ​Membangun Kerja Sama Tim: Pengamatan hilal memiliki tantangan tinggi, seperti kondisi cuaca yang dinamis serta durasi pengamatan yang sangat singkat (beberapa menit setelah matahari terbenam).

Melalui simulasi dan latihan berkala, peserta dilatih bekerja secara terkoordinasi dalam tim baik sebagai operator teropong, pencatat data, maupun tim dokumentasi agar proses pengamatan berjalan efektif.

“​Melalui pembekalan yang komprehensif ini, PC LDII Pulaulaut Utara berharap kegiatan rukyatul hilal di daerah dapat menjadi sarana observasi yang presisi, objektif, serta dapat dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat”, tutup Abdulloh usah kegiatan. Arf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *