Tingkatkan Peran Ibu di Era Digital, LDII Kediri Gelar Pengajian Rutin dan Edukasi Keuangan

KEDIRI – Sekitar 900 peserta memadati Aula Baitul A’la, Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan, dalam agenda pengajian rutin Wanita LDII Kabupaten Kediri, Minggu (27/9). Kegiatan bulanan tersebut mengupas strategi membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan barokah, sekaligus memberikan edukasi pengelolaan keuangan keluarga di era digital.

Dalam pemaparannya, Luluk Istikhana selaku pemateri menjelaskan hakikat pembentukan keluarga islami. Menurut Luluk, sakinah menggambarkan ketenangan, mawaddah merupakan rasa cinta antarpasangan, sedangkan rahmah adalah kasih sayang yang melandasi hubungan seluruh anggota keluarga.

“Adapun barokah berkaitan dengan kebaikan dan kebermanfaatan yang diperoleh dari kehidupan rumah tangga. Pernikahan bukan sekadar menjalani kehidupan bersama secara sementara, melainkan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan komitmen serta tanggung jawab bersama,” ujar Luluk.

Ia menegaskan, pemahaman ini penting agar setiap pasangan mampu menciptakan lingkungan rumah tangga yang harmonis. “Suami dan istri perlu saling memahami, menjaga komunikasi, dan menjalankan peran serta tanggung jawab masing-masing,” tambahnya.

Pada sesi berikutnya, Hj. Rizqi Masiani mengajak peserta untuk senantiasa menjaga kerukunan antarwarga dengan saling menghargai demi mencegah timbulnya konflik sosial.

Selain pentingnya kerukunan, Hj. Rizqi juga menyoroti maraknya fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal maupun fitur dana cepat yang kian marak di platform digital dan marketplace.

“Kemudahan akses pinjaman modal saat ini harus diimbangi dengan literasi keuangan yang bijak. Jangan sampai tergiur kepraktisan pinjol yang justru berpotensi memicu masalah finansial dan merusak ketidakharmonisan keluarga,” tegas Hj. Rizqi.

Sementara itu, Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Kediri, KH Sunarto, menyampaikan bahwa pengajian ini dirancang khusus sebagai wadah penguatan kapasitas para ibu.

“Pengajian ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan wawasan, khususnya bagi ibu-ibu, sehingga materi yang disampaikan, baik secara spiritual maupun praktis—dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata KH Sunarto.

Melalui kegiatan ini, Wanita LDII Kabupaten Kediri diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran efektif dalam memperkuat ketahanan keluarga, mempererat kerukunan masyarakat, serta membentengi warga dari berbagai tantangan ekonomi modern. Rls.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *