Karhutla Gunung Lawu Meluas hingga 800 Hektare, Senkom SAR Karanganyar Salurkan Logistik

KARANGANYAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu terus meluas. Hingga Jumat (23/10), luas area terdampak dilaporkan mencapai sekitar 800 hektare, meningkat dari 648 hektare pada hari sebelumnya.

Di tengah upaya pemadaman yang menghadapi medan terjal dan akses terbatas, SENKOM SAR Kabupaten Karanganyar turut mendukung penanganan bencana dengan menyalurkan bantuan logistik ke posko operasi di Posko 2 Aju Tambak tepatnya di Basecamp Relawan Gentapala, Desa Tambak, Kecamatan Berjo, Kabupaten Karanganyar.

Bantuan diserahkan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Sutaryo, didampingi pembina dan beberapa jajaran kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melalui bidang logistik.

Sutaryo melaporkan bahwa penyaluran bantuan berupa sejumlah logistik makanan merupakan bagian dari kontribusi organisasi dalam mendukung penanganan kebakaran di kawasan Gunung Lawu.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo, menjelaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman darat dan penyiraman udara menggunakan helikopter atau water bombing.

Dalam evaluasi penanganan di Posko Induk Gondosuli, Sugiharjo menyampaikan bahwa helikopter yang dikerahkan mampu melakukan 12 kali penyiraman dengan kapasitas total air mencapai 24.000 liter.

Penyiraman udara diprioritaskan pada titik-titik yang berdekatan dengan permukiman warga, kawasan hutan alam, serta jaringan pipa air bersih milik masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko penjalaran api dan melindungi fasilitas yang dibutuhkan warga.

Swlain itu, petugas di darat melakukan pemadaman secara manual dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, seperti parang, penyemprot air, dan alat pemukul api sederhana.

Petugas juga membuat ilaran atau sekat api untuk membatasi penjalaran kobaran. Pelaksanaan pemadaman disesuaikan dengan kondisi medan dan tingkat risiko di masing-masing lokasi.

Meluasnya area kebakaran pun menjadi tantangan bagi petugas dan relawan yang terlibat dalam operasi penanganan. Kondisi medan yang sulit dijangkau membutuhkan koordinasi lintas unsur, kesiapan peralatan, serta dukungan kebutuhan operasional yang memadai.

Dalam situasi dwmikian, bantuan logistik menjadi bagian penting untuk menunjang keberlangsungan kegiatan di posko. Selain upaya pemadaman langsung, pemenuhan kebutuhan personel turut mendukung kelancaran operasi selama penanganan berlangsung. Rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *